Berita

Andrew Timar, Marianna Zofia Lis, serta Boi Akih, dalam malam puncak Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) Tahun 2024, di Jakarta, Selasa (17/9)/Ist

Nusantara

Populerkan Budaya Indonesia di Luar Negeri, Tiga WNA Terima Anugerah Kebudayaan Indonesia 2024

RABU, 25 SEPTEMBER 2024 | 22:46 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kekayaan sekaligus keragaman kebudayaan yang ada di Indonesia bukan hanya menarik bagi kalangan budayawan maupun pegiat budaya Tanah Air, tetapi juga menarik perhatian masyarakat asing di berbagai belahan dunia.

Telah banyak lembaga serta perorangan asing yang terlibat secara serius untuk mendalami dan menyebarluaskan kebudayaan Indonesia. Tidak dipungkiri, kerja yang dilakukan lembaga maupun perorangan asing ini turut memberi andil pada pemajuan kebudayaan.

Berdasarkan hal tersebut, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) memberi apresiasi dan penghargaan kepada tiga nama yaitu Andrew Timar, Marianna Zofia Lis, serta Boi Akih, dalam malam puncak Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) Tahun 2024, di Jakarta, Selasa (17/9).


Ketiga nama tersebut dinilai Kemendikbudristek memiliki apresiasi dan kecintaan pada kebudayaan Indonesia yang diwujudkan dalam dedikasi mereka dalam berkarya dan memperkenalkan budaya Indonesia di negaranya masing-masing.

Penyebar nada gamelan di Kanada

Andrew Timar, seorang berkewarganegaraan Kanada yang berprofesi sebagai seniman, komposer, dan pengajar. Ketertarikannya pada musik budaya Indonesia telah terbentuk lama sejak tahun 1970.

Sepanjang kariernya, Timar fokus dan paling dikenal sebagai pemain suling Sunda dalam Evergreen Club Contemporary Gamelan (ECCG) di Toronto. Melalui grup ECCG, Timar aktif mempopulerkan kesenian Indonesia, hingga tampil pada berbagai pertunjukan di Kanada dan luar Kanada.

Timar juga diketahui mengajar di berbagai perguruan tinggi serta mempresentasikan karyanya terkait seni Indonesia di beragam festival. Timar bekerjasama dengan KBRI menyelenggarakan kegiatan promosi budaya Indonesia, seperti workshop gamelan, termasuk pengiriman gamelan untuk sekolah di Toronto, Kanada.

Seni wayang yang terus berkembang di Polandia 

Seni wayang dan makna filosofinya ternyata mampu membuat seorang wanita Polandia bernama Marianna Zofia Lis terpikat untuk mendalaminya. Marianna menekuni keahlian sebagai peneliti wayang, teater dalang Indonesia, pemain gamelan, serta penerjemah karya sastra Indonesia.
Marianna menjadi penulis monograf pertama dan satu-satunya mengenai wayang kulit tradisional maupun kontemporer di Polandia. Ketertarikan Marianna menelaah seni wayang kulit dan pedalangan telah digelutinya selama 18 tahun.
Kecintaan Marianna pada wayang kulit dan pedalangan ditularkannya pula pada sejumlah murid sekolah di Polandia melalui berbagai pertunjukan karawitan. Selain itu Marianna juga turut mengembangkan komunitas Warsaw Gamelan Group dan terlibat aktif bermain alat musik gamelan.

Boi Akih dan tiga etnik Nusantara dalam musiknya
Unsur musik etnik Maluku, Sunda, dan Bali menjadi begitu dikenal di Belanda sebab inovasi yang dicetuskan grup musik Boi Akih. Tahun 1997 merupakan pertama kalinya grup musik Boi Akih terbentuk usai penggagasnya yakni Monica Akihary dan Niels Brouwer lulus kuliah pendidikan seni di Indonesia.

Bukan sebatas memasukkan unsur etnik Maluku, Sunda, dan Bali saja dalam bermain musik, namun salah satu personilnya, Monica Akihary, kerap menggunakan bahasa Haruku di Maluku sebagai tanah leluhurnya.

Boi Akih telah merilis sebelas album dan sering tampil di festival musik internasional, di antaranya North Sea Jazz Festival, Festival Radio France, serta Korea Music Festival. Boi Akih juga pernah mendapat penghargaan Jazz and Improvisaso Boy Edgar Prize 2023.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya