Berita

Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant dan Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin/Net

Dunia

AS Dukung Serangan Mematikan Israel di Lebanon

SELASA, 24 SEPTEMBER 2024 | 12:02 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Peluncuran serangan mematikan besar-besaran Israel ke Lebanon mendapat dukungan dari rekan setianya, Amerika Serikat.

Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin mengatakan posisi Washington untuk terus mendukung Israel dalam upayanya membela diri dari serangan Hizbullah di perbatasan Lebanon.

“Menteri menyatakan dukungannya terhadap hak Israel untuk mempertahankan diri saat Hizbullah memperluas serangannya lebih dalam ke Israel," kata Sekretaris Pers Pentagon Mayjen Pat Ryder merujuk pada apa yang disampaikan Austin kepada Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant pada Senin (23/9).


Selain mendukung serangan militer, Austin juga mendorong agar pihak berkonflik menempuh jalur damai dan menilai kesepakatan gencatan senjata Gaza akan membantu situasi tersebut.

"(Austin) menekankan pentingnya menemukan jalan menuju solusi diplomatik yang akan memungkinkan penduduk di kedua sisi perbatasan untuk kembali ke rumah mereka secepat dan seaman mungkin,” tambah Ryder, seperti dimuat Al Arabiya.

Israel melakukan serangan siber nasional terhadap sistem komunikasi Hizbullah, yang menyebabkan puluhan korban dan ribuan lainnya terluka. Mayoritas korban adalah anggota atau pejuang Hizbullah, menurut pejabat AS.

Pentagon sebelumnya mengatakan tidak akan mendukung operasi ofensif Israel ke Lebanon atau tempat lain.

AS telah berusaha meyakinkan Israel bahwa eskalasi konflik militer tidak akan mencapai tujuan mereka untuk mengembalikan penduduk ke perbatasan utara dengan Lebanon.

Namun Israel telah mengabaikan seruan AS dan memutuskan untuk terus maju dengan salah satu kampanye pengeboman paling intens sejak perang Juli 2006 antara Hizbullah dan Israel.

Hizbullah telah mengatakan akan menghentikan serangan lintas perbatasannya setelah gencatan senjata tercapai di Gaza.

Dengan prospek yang meredup dan pejabat AS yang pesimis tentang kesepakatan semacam itu yang akan segera terjadi, Israel berusaha menekan Hizbullah untuk memisahkan konfliknya dari perang Gaza.

Hizbullah yang didukung Iran mengatakan tidak akan berhenti dan Israel yang dipersenjatai AS mengatakan akan terus menargetkan depot senjata Hizbullah dan infrastruktur lainnya selama diperlukan.

Sementara itu, para diplomat dan pejabat tinggi Iran berada di New York untuk menyatakan kesediaan mereka untuk merundingkan kesepakatan nuklir baru dengan Barat.

Teheran telah mengancam akan membela Hizbullah, tetapi belum melakukannya dan sejauh ini belum menanggapi pembunuhan pejabat tinggi Hamas oleh Israel di jantung ibu kota Iran.

Populer

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Cara Daftar Mudik Gratis BUMN 2026 Lengkap Beserta Syaratnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:04

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

UPDATE

Tips Aman Belanja Online Ramadan 2026 Bebas Penipuan

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:40

Pasukan Elit Kuba Mulai Tinggalkan Venezuela di Tengah Desakan AS

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:29

Safari Ramadan Nasdem Perkuat Silaturahmi dan Bangun Optimisme Bangsa

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:23

Tips Mudik Mobil Jarak Jauh: Strategi Perjalanan Aman dan Nyaman

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:16

Legislator Dorong Pembatasan Mudik Pakai Motor demi Tekan Kecelakaan

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:33

Pernyataan Jokowi soal Revisi UU KPK Dinilai Problematis

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:26

Tata Kelola Konpres Harus Profesional agar Tak Timbulkan Tafsir Liar

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:11

Bukan Gibran, Parpol Berlomba Bidik Kursi Cawapres Prabowo di 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:32

Koperasi Induk Tembakau Madura Didorong Perkuat Posisi Tawar Petani

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:21

Pemerintah Diminta Kaji Ulang Kesepakatan RI-AS soal Pelonggaran Sertifikasi Halal

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:04

Selengkapnya