Berita

Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia/RMOL

Politik

Bahlil Sudah Bicara Dengan Airlangga Soal Jatah Menteri Golkar

JUMAT, 20 SEPTEMBER 2024 | 23:36 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Jatah menteri untuk Partai Golkar sudah dibicarakan oleh mantan ketua umum Airlangga Hartarto sebelum lengser dari beringin.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Partai Golkar 2024-2029 Bahlil Lahadalia ketika ditanya target kursi yang didapat Partai Golkar di pemerintahan Prabowo-Gibran.

Isu berkembang, Golkar mendapatkan jatah 4 kursi menteri di pemerintahan Prabowo-GIbran nanti. 


Bahlil mengaku dirinya tidak membuat target khusus berapa soal jatah kursi di pemeirntahan mendatang. Namun, Bahlil mengatakan bahwa telah ada pembicaraan soal jatah menteri dengan ketum sebelumnya.

“Saya tidak pernah membuat target, tapi tolong ceritakan ketua umum terdahulu sudah ngomongkan kan, jadi kita lihat lah perkembangannya ya,” kata Bahlil di Gedung DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli, Jakarta Barat, Jumat malam (20/9).

Menteri ESDM itu menegaskan bahwa Golkar menyerahkan sepenuhnya kepada Prabowo Subianto sebagai presiden yang akan menunjuk siapa saja anak buahnya nanti di pemerintahan.

“Kami menyampaikan bahwa penyusunan anggota kabinet kami serahkan sepenuhnya kepada bapak presiden terpilih yakni pak Prabowo Subianto,” katanya.

“Biarkan yang punya hak prerogratif yanh akan menentukan siapa,” sambungnya.

Ia menambahkan saat ini fokus utamanya agar Indonesia lebih baik ke depan, dan menyerahkan sepenuhnya soal jatah menteri Golkar kepada Prabowo Subianto.

“Kami di dalam diskusi baru berbicara tentang bagaimana bangsa ini ke depan. Menyangkut dengan nama dan segala macam saya pikir tinggal tunggu mainnya saja,” tutupnya.



Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya