Berita

Aliansi Anambas Muda ketika mengelar aksi di Kantor Medco Energi SCBD/Ist

Nusantara

Geruduk Medco Energy, Anambas Muda Tuntut Hak Daerah

JUMAT, 20 SEPTEMBER 2024 | 12:01 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Kelompok pemuda dan mahasiswa yang menamakan diri Aliansi Anambas Muda Menggugat berunjuk rasa ke Kantor Pusat Medco Energy di Gedung The Energy, Kawasan SCBD, Jakarta. 

Mereka menuntut agar perusahaan tersebut memberikan manfaat yang signifikan masyarakat setempat.

Koordinator aksi, Eko Pratama mengatakan meski perusahaan-perusahaan migas banyak yang beroperasi di Anambas seperti PT Medco E&P Natuna Indonesia, PT Star Energi dan Harbour Oil Limited, namun sejauh ini masyarakat sekitar masih sulit mengakses mereka.


“Masyarakat lokal anambas yang saharusnya di jadikan sahabat justru malah di asingkan di tanah kelahirannya sendiri. Contoh konkret dari 3 holding dan puluhan sub holding yang membantu aktivitas perusahaan apakah ada yang berasal dari UKMK atau Vendor lokal ?? nihil adanya,” katanya dalam keterangan tertulis kepada redaksi, Jumat (20/9).

Lebih parahnya kata Eko, seluruh kebutuhan pokok untuk menunjang aktivitas perusahaan ini didatangkan dari daerah lain seperti bahan pangan.

“Padahal Anambas itu dareah penghasil ikan terbesar. Ini sama saja perusahan ini melecehkan potensi serta harkat dan martabat masyarakat lokal. Sudah sewajarnya seluruh masyarakat anambas marah,” ujarnya. 

Pada sisi lain kata Eko, tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat lokal sebagaimana diatur dalam undang-undang juga tidak ditunaikan. Rekrutmen tenaga kerja lokal hingga tanggung jawab sosial berupa corporate social responsibility (CSR) tidak ada transparani.

“Kami akan serius menelusuri ini, jika temuan lapangan kami mengarah kepada kerugian Negara, Anambas Muda Menggugat akan menempuh jalur hukum,” tegasnya.

Atas banyaknya persoalan ini, Aliansi Anambas Muda Menggugat mendesak agar Kementerian ESDM dan SKK MIgas mengaktifkan Participating Interest 10 persen di wilayah kerja Natuna Selatan Sea Blok B dan memberikan kesempatan pada Kabupaten Kepulauan Anambas untuk mengelolanya demi meningkatkan peran daerah di kegiatan hulu migas.

“Kami juga meminta pembukaan kembali akses Outsider Seat pesawat untuk tujuan pendidikan dan merujuk pasien dari Anambas serta meminta tranparansi baik dari sisi rekrutmen tenaga kerja, kerjasama hingga pola pengelolaan CSR perusahaan,” pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Komisi XIII DPR Segera Panggil Pejabat Terkait soal Fasilitas Mewah Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Ajukan Kasasi, Nadiem Tak Akan Menerima Hasil Apapun di Luar Bebas

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Respons Demo Buruh, Dasco: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Rampung Oktober 2026

Kamis, 24 September 2026 | 14:15

PAN: Ambang Batas Parlemen Perlu Hati-hati, Jangan Lebih dari 4 Persen

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Usai Antar Giuseppe Garibaldi, Perwakilan Angkatan Laut Italia Temui Prabowo

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Dasco Pastikan DPR Dalami Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 13:58

MGLV Kantongi Fasilitas BNI, Ekspansi Data Center Jababeka dan Batang Digenjot

Kamis, 24 September 2026 | 13:51

Demo Buruh di Depan UOB Plaza: Jalur Utama Jakarta Pusat Dialihkan!

Kamis, 24 September 2026 | 13:40

Hakim Banding Pangkas Vonis Nadiem

Kamis, 24 September 2026 | 13:39

UU Pengaturan Reforma Agraria jadi Kado Manis Petani untuk Berdaulat

Kamis, 24 September 2026 | 13:32

Selengkapnya