Berita

Walikota Medan Bobby Nasution/Ist

Hukum

Penanganan Dugaan Gratifikasi Bobby Nasution Jalan di Tempat

RABU, 18 SEPTEMBER 2024 | 00:59 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Data terkait Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Bobby Nasution ternyata belum pernah diminta Direktorat Penerimaan Layanan dan Pengaduan Masyarakat (PLPM) dari Kedeputian Pencegahan KPK.

Hal itu diungkapkan langsung Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring KPK, Pahala Nainggolan saat disinggung soal dugaan gratifikasi penggunaan pesawat jet Bobby Nasution. 

"Kalau yang Bobby kan ada di Dumas ya, jadi kita tunggu yang di Dumas kayak apa gitu ya, ada pengaduannya juga gitu. Sampai sekarang sih belum diminta sama Dumas, biasanya kalau ada begitu, kalau ada yang kita bantu nih, kita perlu bantu misalnya gini, LHKPN-nya tolong dilihat dong. Nah ini kita nunggu juga, kalau dari Dumas nanti permintaan ya pasti kita maju lewat LHKPN-nya," kata Pahala kepada wartawan, Selasa (17/9).


Pahala mengungkapkan, awalnya Direktorat Gratifikasi di bawah Kedeputiannya berencana mengundang Bobby untuk klarifikasi. Namun ketika ada laporan masyarakat, maka lebih tepat diusut oleh Direktorat PLPM.

"Lebih pas gitu, kita ini kan dari pencegahan sebenarnya. Dan biasanya, yang diminta klarifikasi di KPK itu kalau ada indikasinya, misalnya kita periksa LHKPN-nya, ada penerimaan, ini indikasi kan, baru kita pindahkan ke gratifikasi, dipanggil sama (direktorat) gratifikasi, ditanya, ini gratifikasi bukan, penerimaan dari siapa, dalam rangka apa. Biasanya begitu, jadi lebih dari menindaklanjutI yang LHKPN," pungkas Pahala.

Dengan demikian, penanganan dugaan gratifikasi Bobby Nasution seakan jalan di tempat. Padahal, publik menghendaki agar KPK mengusut tuntas dugaan tersebut.    

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya