Berita

Postingan pamitan Texas Chicken Thailand di Facebook/Tangkapan layar

Bisnis

Tutup Seluruh Gerai, Texas Chicken Pamit dari Thailand

SENIN, 16 SEPTEMBER 2024 | 12:54 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Setelah beroperasi selama sembilan tahun, perusahaan makanan cepat saji asal AS, Texas Chicken, akhirnya menutup seluruh gerainya di Thailand.

Pengumuman tersebut disampaikan perusahaan di laman Facebook pada Senin (16/9), dengan mengatakan bahwa mereka akan menutup semua gerai mulai akhir September, tanpa memberikan alasan atas keputusan tersebut.

"Sudah saatnya mengucapkan selamat tinggal kepada Texas Chicken setelah sembilan tahun penuh kenangan lezat," tulis pengumuman tersebut, seperti dikutip dari Bangkok Post.


Texas Chicken adalah jaringan restoran cepat saji Amerika, yang disebut Church's Texas Chicken di Amerika Serikat. Cabang pertamanya berada di San Antonio di Texas, sementara kantor pusatnya di Atlanta. 

PTT Oil and Retail Business Plc (OR) membawa Texas Chicken ke Thailand sembilan tahun lalu, kemudian membuka gerai pertama di stasiun pengisian bahan bakar PTT, lalu melebarkan sayap ke tempat lain, termasuk beberapa mal komunitas.

Itu adalah bagian dari strategi bisnis OR untuk mencapai keseimbangan antara bisnis minyak dan non-minyak.
 
Church's Texas Chicken sendiri telah mengembangkan sayapnya ke 26 negara.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Nama Elon Musk hingga Eks Pangeran Inggris Muncul dalam Dokumen Epstein

Minggu, 01 Februari 2026 | 14:00

Said Didu Ungkap Isu Sensitif yang Dibahas Prabowo di K4

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:46

Pengoperasian RDF Plant Rorotan Prioritaskan Keselamatan Warga

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:18

Presiden Harus Pastikan Kader Masuk Pemerintahan untuk Perbaikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:03

Danantara Bantah Isu Rombak Direksi Himbara

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:45

Ada Kecemasan di Balik Pidato Jokowi

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:25

PLN Catat Penjualan Listrik 317,69 TWh, Naik 3,75 Persen Sepanjang 2025

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:07

Proses Hukum Berlanjut Meski Uang Pemerasan Perangkat Desa di Pati Dikembalikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:03

Presiden Sementara Venezuela Janjikan Amnesti untuk Ratusan Tahanan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:27

Kelola 1,7 Juta Hektare, Agrinas Palma Fokus Bangun Fondasi Sawit Berkelanjutan

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:13

Selengkapnya