Berita

Donald Trump-Kamala Harris (Foto: tvline.com)

Bisnis

Trump Kalah Debat, IHSG Tembus 7.800

KAMIS, 12 SEPTEMBER 2024 | 14:22 WIB | OLEH: ADE MULYANA

Debat perdana dan mungkin terakhir pemilihan presiden AS akhirnya dimenangkan Kamala Harris. Penilaian banyak pihak menunjukkan performa Harris yang lumayan mengejutkan hingga mampu menjebak capres Republik, Donald Trump dalam debat yang sangat dinantikan investor itu.

Namun perjalanan capres dari Demokrat Kamala Harris dinilai masih terlalu jauh untuk memenangi gelaran pilpres beberapa pekan ke depan. Di tengah masih sengitnya pertarungan pilpres, pelaku pasar mendapatkan suguhan rilis data inflasi terkini AS. Laporan menyebutkan, besaran inflasi AS yang sebesar 0,2 persen pada Agustus lalu yang sesuai dengan ekspektasi pasar.

Rilis data inflasi tersebut sempat mengirim indeks Wall Street terjungkal dalam koreksi curam, namun kemudian berhasil berbalik naik hingga menutup sesi dengan kenaikan signifikan. Hingga sesi perdagangan ditutup, indeks Wall Street masih kompak menginjak zona kenaikan dalam rentang bervariasi.


Indeks DJIA menguat moderat 0,31 persen di 40.861,71, indeks S&P500 melonjak 1,07 persen di 5.554,13, dan indeks Nasdaq melompat tajam 2,17 persen di 17.395,53. Laporan dari jalannya sesi perdagangan menyebutkan, sikap pelaku pasar yang berubah dalam menilai rilis data inflasi. Fokus pelaku pasar disebutkan kini beralih ke prospek pertumbuhan ketimbang sebelumnya yang lebih terarah pada penurunan suku bunga. Indeks Wall Street yang sempat runtuh di pertengahan sesi akhirnya mampu berbalik menguat hingga perdagangan ditutup.

Sentimen positif dari Wall Street ini kemudian disambut dengan gembira pada sesi perdagangan Asia pagi tadi, Kamis 12 September 2024. Seluruh indeks di bursa saham Asia bahkan melonjak lebih curam hingga siang ini. Lonjakan indeks di Asia bahkan terlihat tak memperdulikan sentimen kurang bersahabat dari rilis data indeks harga produsen di Jepang.

Laporan lebih jauh menyebutkan, indeks Harga produsen untuk Agustus lalu yang mencapai 2,5 persen atau di bawah ekspektasi pasar yang sebesar 2,8 persen. Namun optimisme pelaku pasar terlihat tak terbendung hingga indeks Nikkei di bursa saham Jepang terus melompat curam. Hingga siang ini, Indeks Nikkei melambung 3,25 persen di 36.777,22. Lonjakan tajam juga terjadi di bursa saham Korea Selatan dengan indeks KOSPI melompat 1,51 persen di 2.551,37, sementara indeks ASX200 (Australia) naik 0,62 persen di 8.037,1.

Optimisme di sesi perdagangan Asia kemudian dengan mudah menjalar di bursa saham Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat konsisten menapak zona hijau di sepanjang sesi perdagangan pagi Ini. IHSG bahkan kembali mencetak rekor tertingginya sepanjang sejarah dengan meninju posisi 7.833,27. IHSG kemudian mengakhiri sesi pagi ini dengan melonjak 0,65 persen di 7.811,48.

Laporan lebih rinci dari jalannya sesi perdagangan di Jakarta menunjukkan, kontribusi signifikan dari saham sektor batubara pada lonjakan IHSG kali ini. Saham ADRO terpantau melambung curam 12,5 persen dengan berada di kisaran Rp3.960. Saham batubara lainnya juga melonjak namun dalam rentang yang tak terlalu mencolok. Seperti: ITMG naik 1,05 persen di Rp26.275, PTBA naik 3,0 persen di Rp2.740, UNTR naik 1,33 persen di Rp26.575, serta HRUM naik 4,26 persen di Rp1.345.

Kukuhnya optimisme kali ini diyakini akan berlanjut hingga sesi perdagangan sore nanti. IHSG bahkan diyakini masih mampu menorehkan rekor tertinggi barunya pada sesi perdagangan sore nanti, seiring dengan tiadanya sentimen negatif yang muncul.

Situasi berlawanan terjadi pada Rupiah, di mana hingga siang ini masih terjebak di zona pelemahan. Sentimen berlanjutnya keruntuhan nilai tukar mata uang utama dunia menjadi dalang pelemahan Rupiah kali ini. Pantauan sebelumnya menyebutkan gerak nilai tukar Euro, Poundsterling dan Dolar Australia yang kembali runtuh meski dalam kisaran yang cenderung terbatas. Keruntuhan mata uang utama dunia tersebut masih berlanjut hingga siang ini di sesi perdagangan Asia.

Akibatnya, pelaku pasar terseret untuk memburu Dolar AS hingga membuat Rupiah terkoreksi. Pantauan juga memperlihatkan, gerak koreksi yang seragam menyeret mata uang Asia meski berada di rentang moderat. Terkhusus pada Rupiah, gerak melemah terlihat konsisten di sepanjang sesi perdagangan pagi ini. Hingga sesi perdagangan siang ini berlangsung, Rupiah masih diperdagangkan di kisaran Rp15.408 per Dolar AS atau melemah tipis 0,08 persen.

Secara keseluruhan, pelaku pasar kini menantikan rilis data indeks harga produsen (PPI) di Amerika Serikat dan keputusan bank Sentral Eropa menyangkut kebijakan moneter pada malam nanti waktu Indonesia Barat, untuk menentukan arah gerak selanjutnya. Namun tinjauan teknikal memperlihatkan, tren penguatan mata uang utama dunia yang masih berlaku, sebagaimana juga terjadi pada Rupiah. Dan gerak melemah pada dua hari sesi perdagangan terakhir terlihat sekedar koreksi teknikal usai melonjak tajam dalam beberapa hari sesi perdagangan sebelumnya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya