Berita

Showroom BYD/RMOL

Bisnis

Target 100 Persen Penggunaan Mobil Listrik Norwegia Hampir Tercapai

RABU, 11 SEPTEMBER 2024 | 14:24 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di tengah stagnasi elektrifikasi mobil di Eropa, target Norwegia untuk menjual 100 persen kendaraan listrik justru hampir tercapai.

Dikutip dari CGTN, Rabu (11/9), negara Skandinavia tersebut mencetak rekor dunia baru pada bulan Agustus dengan pangsa pasar kendaraan listrik lebih dari 94 persen. Tidak ada negara lain di dunia yang mampu mendekati persentase tersebut.

Hal ini sebagian berkat mobil listrik dari Tiongkok yang semakin populer di Norwegia. 


Menurut basis data penjualan Federasi Jalan Raya Norwegia (OFV), merek-merek dari Tiongkok seperti BYD meningkatkan pangsa pasar kendaraan listrik mereka dari 14 persen pada tahun 2023 menjadi 23 persen pada bulan Agustus tahun ini.

Dibandingkan tahun lalu, BYD mampu melipatgandakan penjualannya di Norwegia, MG naik 136 persen, dan merek premium NIO naik 48 persen.

"Dengan subsidi dan insentif dari pemerintah, ini merupakan langkah awal yang sempurna bagi merek-merek China untuk berjualan di Norwegia dan kami lihat itu telah berhasil," tutur manajer pemasaran NIO, Monica Sand kepada CGTN.

Namun menurut Christina Bu, kepala Asosiasi Kendaraan Listrik Norwegia, kebijakan Norwegia bukan hanya tentang mempromosikan kendaraan listrik.

"Kebijakan ini juga tentang menghukum mobil bermesin bensin dan diesel. Mobil-mobil itu dikenai pajak yang sangat tinggi sehingga semakin tidak menarik untuk dibeli," ujarnya.

Awalnya banyak yang memperkirakan Norwegia akan gagal mencapai targetnya untuk mencapai 100 persen penjualan kendaraan listrik pada tahun 2025. Namun berkat insentif keuangan baru, kerajaan Skandinavia tersebut membuat lompatan besar pada musim panas ini. 

Pada bulan Juli, pemerintah Norwegia memperkenalkan sebuah langkah yang membuat penyewaan mobil berbahan bakar bensin menjadi tidak menarik secara finansial. 

Berbeda dengan AS dan Uni Eropa, Norwegia tidak mengenakan tarif pada mobil listrik yang diimpor dari China.

"Norwegia tidak memiliki kebijakan khusus untuk mobil China dibandingkan kendaraan listrik negara lain," kata Sekretaris Negara Cecilie Kroglund.

"Kami memiliki kebijakan yang sama untuk Cina seperti untuk negara lain," ujarnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya