Berita

Ilustrasi/Olympics.com

Bisnis

37 Tahun Bersama, Panasonic Putus Kontrak dengan Olimpiade

RABU, 11 SEPTEMBER 2024 | 09:44 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Setelah 37 tahun menjalin hubungan, Panasonic Holdings memutuskan untuk tidak lagi memperbarui kontraknya sebagai sponsor utama Olimpiade.

Dikutip dari Nikkei Asia, Rabu (11/9), Panasonic dan Komite Olimpiade Internasional telah sepakat untuk membiarkan kontrak Mitra Olimpiade (TOP) perusahaan tersebut selesai pada  akhir Desember mendatang.

“Kami telah memperoleh banyak pengalaman berharga melalui kegiatan sponsor TOP kami dan mempererat ikatan kami dengan penggemar olahraga dan atlet di seluruh dunia,” kata CEO Panasonic Group Yuki Kusumi dalam sebuah pernyataan yang dirilis Selasa.


Presiden IOC Thomas Bach menanggapi dengan mengatakan pihaknya memahami dan sepenuhnya menghormati bahwa Grup Panasonic harus menyesuaikan strategi bisnisnya.

Keputusan Panasonic datang di tengah rencana Kusumi untuk berinvestasi besar-besaran di segmen bisnis-ke-bisnis. Ia telah memposisikan baterai dan sistem kendaraan listrik untuk merampingkan rantai pasokan manufaktur dan logistik sebagai area pertumbuhan.

Panasonic telah menetapkan sasaran untuk meningkatkan penjualan baterai hingga 3 triliun yen (21 miliar dolar AS), dibandingkan dengan 915,9 miliar yen yang dihasilkan selama tahun fiskal sebelumnya yang berakhir pada bulan Maret.

Sementara itu, operasi televisi Panasonic, yang mencakup kamera TV, mencatat penjualan hanya 243,1 miliar yen selama tahun fiskal terakhir, atau sekitar 3 persen dari 8,49 triliun yen dalam penjualan di seluruh grup.

Kontrak sponsor Olimpiade awalnya ditujukan untuk mengiklankan produk perusahaan kepada konsumen di seluruh dunia. Pada akhir tahun 2000-an, segmen TV menghasilkan pendapatan sekitar 1 triliun yen. Sekarang efek sinergis dari sponsor tersebut telah memudar.

"Sejak tahun 1980-an, saat perusahaan menjadi sponsor utama, teknologi televisi telah berkembang pesat di setiap Olimpiade, termasuk definisi tinggi penuh dan 4K," kata seorang sumber yang terhubung dengan Panasonic.

"Olimpiade menjadi ajang untuk memajukan inovasi dalam bidang televisi," ujarnya.

Sponsor Olimpiade utama meliputi nama-nama terkenal seperti Coca-Cola dan Procter & Gamble. Di Jepang, produsen ban Bridgestone juga menjadi sponsor. Toyota Motor mengakhiri sponsor Olimpiade tahun ini tetapi ingin tetap menjadi sponsor Paralimpiade.

Populer

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

UPDATE

ICMI Terima Wakaf 2 Ribu Mushaf Al-Qur'an

Minggu, 22 Februari 2026 | 00:10

Tantangan Direksi Baru BPJS Kesehatan Tak Ringan

Sabtu, 21 Februari 2026 | 23:43

Polri di Bawah Presiden Sudah Paten dan Tidak Ada Perdebatan

Sabtu, 21 Februari 2026 | 23:28

AKBP Catur cuma Sepekan Jabat Plh Kapolres Bima Kota

Sabtu, 21 Februari 2026 | 23:28

Palu Emas Paman

Sabtu, 21 Februari 2026 | 23:01

BNI Perkuat Aksi Lingkungan, 423 Kg Sampah Berhasil Diangkut dari Pantai Mertasari

Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:56

BI-Kemenkeu Sepakati Pengalihan Utang Tahun Ini, Nilainya Rp173,4 Triliun

Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:40

Teror Ketua BEM UGM, Komisi III Dorong Laporan Resmi ke Aparat

Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:14

PB IKA PMII Pimpinan Fathan Subchi Pastikan Kepengurusan Sah Secara Hukum

Sabtu, 21 Februari 2026 | 21:37

BNI Rayakan Imlek 2577 Kongzili Bersama Nasabah

Sabtu, 21 Februari 2026 | 21:03

Selengkapnya