Berita

BEM KSI deklarasi Pilkada Damai 2024/Ist

Politik

BEM KSI Bali Deklarasi Pilkada Damai 2024

SENIN, 09 SEPTEMBER 2024 | 21:49 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Mahasiswa memiliki peran penting dalam mengawal jalannya demokrasi di Indonesia. Hal ini disampaikan Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Eksekutif Mahasiswa Kristiani seluruh Indonesia (BEM KSI) Wilayah Bali.

“Sebagai generasi muda yang peduli terhadap masa depan bangsa, kita memiliki tanggung jawab untuk mengawal jalannya Pilkada 2024 agar berlangsung dengan damai, tanpa adanya kekerasan, intimidasi, maupun kecurangan,” katanya saat berbicara pada Deklarasi Pilkada Damai 2024, di Kampus Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia (STTII) Bali, Senin (9/9).

Deklarasi BEM KSI wilayah Bali tersebut berisi enam poin yang mereka sebut sebagai landasan moral dan etis bagi masyarakat Indonesia dalam menghadapi Pilkada.


Poin pertama yakni mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menyambut Pilkada 2024 dengan sukacita, kedamaian, dan rasa aman, serta menghindari segala bentuk kekerasan maupun intimidasi. 

Kemudian, poin kedua yakni menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, dengan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah persaudaraan. 

Poin ketiga yakni menolak keras praktek politik uang (money politics) yang dianggap bisa menyesatkan masyarakat dan merusak integritas proses demokrasi. 

Lalu poin keempat yakni menolak segala bentuk politisasi suku, ras, agama, dan antar golongan (SARA) dalam Pilkada 2024 karena sangat berbahaya dan dapat memicu ketegangan sosial di tengah masyarakat yang majemuk. 

Kelima, BEM KSI meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk tetap bersikap netral, adil, dan profesional selama proses Pilkada 2024 berlangsung. Sikap netral penyelenggara pemilu sangat krusial dalam menjaga kepercayaan publik terhadap hasil Pilkada. KPU dan Bawaslu diharapkan dapat bekerja tanpa tekanan politik dan menjalankan tugas mereka dengan penuh tanggung jawab.

Dan poin keenam yakni mendukung TNI-Polri untuk memegang prinsip netralitas dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama Pilkada. Netralitas TNI-Polri sangat dibutuhkan agar proses demokrasi berjalan dengan lancar tanpa gangguan dari pihak-pihak yang memiliki kepentingan tertentu.



Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya