Berita

Mantan Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina/Net

Dunia

Bangladesh Minta India Segera Ekstradisi Sheikh Hasina

SENIN, 09 SEPTEMBER 2024 | 16:25 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Situasi mulai mereda di Bangladesh setelah Perdana Menteri Sheikh Hasina mundur dan kabur ke negara tetangga, India.

Pengadilan Kejahatan Internasional (ICT) Bangladesh pada Senin (9/9) menetapkan Hasina sebagai penyebab kerusuhan di negara itu dan mendesak India segera mengekstradisinya.

"Karena pelaku utama telah melarikan diri dari negara ini, kami akan memulai prosedur hukum untuk membawanya kembali," kata Kepala Jaksa ICT Mohammad Tajul Islam, seperti dimuat AFP.


Islam menambahkan, Bangladesh telah memiliki perjanjian ekstradisi pidana dengan India yang ditandatangani pada tahun 2013, saat pemerintahan Hasina berkuasa.

ICT dibentuk oleh Hasina pada tahun 2010 untuk menyelidiki kekejaman selama perang kemerdekaan tahun 1971 dari Pakistan.

Pemerintah Hasina dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia yang meluas, termasuk penahanan massal dan pembunuhan di luar hukum terhadap lawan-lawan politiknya.

Dia tidak terlihat di depan umum sejak melarikan diri dari Bangladesh, dan keberadaan resmi terakhirnya adalah pangkalan udara militer di dekat ibu kota India, New Delhi.

Kehadirannya di India telah membuat Bangladesh marah.

Dhaka telah mencabut paspor diplomatiknya, dan kedua negara memiliki perjanjian ekstradisi bilateral yang akan mengizinkannya kembali untuk menghadapi pengadilan pidana.

Namun, sebuah klausul dalam perjanjian tersebut mengatakan ekstradisi dapat ditolak jika pelanggaran tersebut bersifat "politis".

Pemimpin sementara Muhammad Yunus, seorang pemenang Hadiah Nobel Perdamaian yang mengambil pemerintah Bangladesh meminta Hasina tetap diam sampai mereka bisa mengekstradisinya dari India.

"Jika India ingin menahannya sampai Bangladesh menginginkannya kembali, syaratnya adalah dia (Hasina) harus tetap diam," tegasnya.

Lebih dari 600 orang tewas dalam aksi demonstrasi berminggu-minggu menjelang penggulingan Hasina.

Bangladesh bulan lalu membuka penyelidikan yang dipimpin oleh seorang hakim pengadilan tinggi yang sudah pensiun terhadap ratusan kasus penghilangan paksa oleh pasukan keamanan selama pemerintahan Hasina.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya