Berita

Jalanan di Koridor Philadelphia yang telah diaspal Israel/X

Dunia

Ogah Pergi, Israel Aspal Jalanan Philadelphia Gaza

MINGGU, 08 SEPTEMBER 2024 | 10:34 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Citra satelit menunjukkan bahwa militer Israel telah mengaspal ulang jalan sepanjang Koridor Philadelphia di perbatasan selatan Gaza dan Mesir yang disengketakan.

Aktivitas itu ditafsirkan oleh beberapa analis sebagai cara Israel untuk tetap mempertahankan pasukannya di koridor tersebut, meskipun ada tekanan dari Amerika Serikat agar mereka pergi.

Koridor Philadelphia telah menjadi titik pertikaian dalam negosiasi yang sedang berlangsung untuk gencatan senjata di Gaza dan kesepakatan pertukaran tahanan antara kedua belah pihak.


Mengutip laporan BBC Verify pada Minggu (8/9), pengaspalan yang dilakukan militer Israel berdasarkan pantauan citra satelit panjangnya sudah mencapai 6,4 kilometer.

Sebuah video yang diunggah daring pada 4 September menunjukkan aktivitas konstruksi di sepanjang pagar perbatasan, dengan alat berat yang memasang aspal baru yang cukup untuk dilalui dua kendaraan besar.

Dosen senior di King's College London, Andreas Krieg menilai tindakan pengaspalan Israel dilakukan untuk menegaskan bahwa mereka tidak akan keluar dari wilayah itu.

"Israel mencoba menciptakan fait accompli. Itu juga menunjukkan bahwa Israel tidak akan menarik diri sepenuhnya dari Jalur Gaza dalam waktu dekat," ujarnya.

Krieg membandingkannya dengan apa yang disebut Koridor Netzarim, yang dibangun oleh militer Israel awal tahun ini di Gaza utara, dengan mencatat bahwa investasi infrastruktur semacam itu menunjukkan kehadiran Israel dalam jangka panjang.

"Anda tidak membangunnya jika Anda berencana untuk mundur," kata dia.

Senada dengan Krieg, pensiunan Mayor Jenderal Mesir Samir Faraj juga memandang pengaspalan jalan sebagai bentuk perang psikologis.

"Pengaspalan jalan adalah perang media, perang di mana Israel mengirimkan pesan kepada berbagai pihak bahwa mereka tidak akan pergi," paparnya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menyebut Koridor Philadelphia sebagai hal yang penting bagi operasi Hamas dan bersikeras mempertahankan kehadiran militer di sana sebagai bagian dari perjanjian apa pun.

Netanyahu mengklaim bahwa Hamas menggunakan terowongan di bawah Koridor Philadelphia untuk menyelundupkan senjata dan personel sebelum peristiwa 7 Oktober.

Koridor Philadelphia mencakup penyeberangan perbatasan Rafah dengan Mesir, satu-satunya penyeberangan Gaza yang tidak berada di bawah kendali langsung Israel dan penting untuk pengiriman bantuan. Ini membentang sejauh 12,6 kilometer dari penyeberangan Karem Abu Salem hingga Laut Mediterania.

Militer Israel menyerbu Koridor Philadelphia pada 7 Mei 2024, mengerahkan tank dan pengangkut personel lapis baja, dan mulai mengaspal jalan beberapa bulan kemudian.

Pasukan Israel juga telah menguasai penyeberangan Rafah dan maju ke arah barat laut di sepanjang koridor dan ke kota selatan Rafah.

Selama empat bulan terakhir, pasukan pendudukan telah melakukan operasi penghancuran yang luas di dekat koridor tersebut, termasuk serangan udara dan artileri, pembongkaran, dan operasi buldoser.

Misalnya, desa al-Qarya al-Suwaydiya di ujung perbatasan Mediterania telah dihancurkan dan sekarang berfungsi sebagai pangkalan militer Israel.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

Rabu, 02 September 2026 | 01:48

Gus Alex Pernah Setor Pansus Haji DPR Lewat Teman Nusron Wahid, Segini Besarnya

Rabu, 02 September 2026 | 01:21

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 01:02

Setoran ke Ditjen Imigrasi Didalami KPK Lewat Pemeriksaan Staf KJRI Kuching

Rabu, 02 September 2026 | 00:47

Skema BLU Berisiko Tambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Rabu, 02 September 2026 | 00:23

Harga Pertamax Green 95 Disesuaikan dan Mulai Berlaku 2 September 2026

Rabu, 02 September 2026 | 00:01

Menko Polkam Ajak Seluruh Sektor Serius Tangkal DFK di Medsos

Selasa, 01 September 2026 | 23:40

BP Batam Pilih Tak Bergantung dengan APBN

Selasa, 01 September 2026 | 23:18

Lobi Fuad Hasan Masyhur Berujung Persetujuan Jokowi soal Tambahan Kuota Haji 2022

Selasa, 01 September 2026 | 23:15

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet

Selasa, 01 September 2026 | 22:29

Selengkapnya