Berita

Temok (70) petani Blora mengaku merugi akibat anjloknya harga jagung, Kamis (5/9)/RMOLJateng

Bisnis

Harga Panen Anjlok, Petani Jagung di Blora Merana

JUMAT, 06 SEPTEMBER 2024 | 05:23 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Petani jagung di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, tengah merana. Pasalnya, di masa panen, harga jual jagung justru anjlok hingga membuat para petani merugi.

Itu setidaknya terjadi di Desa Sukorejo, Kecamatan Tunjungan, Blora. Hasil panen jagung yang digadang-gadang dapat digunakan untuk mengganti modal pupuk ternyata harga tak sesuai harapan. 

Seorang petani, Temok (70), mengaku anjloknya harga jagung terjadi sejak dua pekan lalu. Harga jagung kering di desanya hanya Rp4.500 per kilogram. Sedangkan untuk jagung basah berkisar Rp3.700 per kilogram. 


"Harga panen tak sebanding dengan modal, termasuk untuk perawatan dan pemupukannya," keluhnya, dikutip RMOLJateng, Kamis (5/9). 

Ia mengatakan, harga jagung basah sebelumnya sempat menyentuh Rp4.300 per kilogram. Namun saat ini terus menurun.

"Sulitnya perawatan untuk pengucuran, karena kondisi sawah tadah hujan cukup melelahkan. Di sisi lain tingginya harga pupuk," sambungnya. 

Ia berharap, harga jual jagung kembali naik agar petani dapat menutup biaya operasional yang membengkak. 

Terpisah, Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Blora, Ngaliman mengatakan, anjloknya harga jagung akibat adanya panen raya di berbagai wilayah di Indonesia. 

"Karena banyaknya petani panen raya sebabkan surplus jagung, sehingga harga turun drastis," terangnya saat dihubungi RMOLJateng melalui sambungan ponsel, Kamis (5/9). 

Dijelaskan Ngaliman, dalam hukum pasar ketika banyak stok, harga otomatis turun drastis. Begitu juga sebaliknya jika kebutuhan tinggi namun barang tak ada akan menyebabkan harga naik tinggi.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

PUI: Pernyataan Kapolri Bukan Ancaman Demokrasi

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:52

BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA Sesuai UUD 1945

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:34

HMI Sumut Desak Petugas Selidiki Aktivitas Gudang Gas Oplosan

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:26

Presiden Prabowo Diminta Bereskan Dalang IHSG Anjlok

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:16

Isak Tangis Keluarga Iringi Pemakaman Praka Hamid Korban Longsor Cisarua

Minggu, 01 Februari 2026 | 22:54

PLN Perkuat Pengamanan Jaringan Transmisi Bireuen-Takengon

Minggu, 01 Februari 2026 | 22:53

TSC Kopassus Cup 2026 Mengasah Skill dan Mental Petembak

Minggu, 01 Februari 2026 | 22:23

RUU Paket Politik Menguap karena Himpitan Kepentingan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 21:45

Kuba Tuding AS Lakukan Pemerasan Global Demi Cekik Pasokan Minyak

Minggu, 01 Februari 2026 | 21:44

Unjuk Ketangkasan Menembak

Minggu, 01 Februari 2026 | 21:20

Selengkapnya