Berita

Ratusan pendukung Dawam Rahardjo dan Ketut Erawan di Kantor KPU Lampung Timur/Istimewa

Politik

Admin Silon KPU Lamtim Diduga Diancam, Dawam-Ketut Gagal Nyalon

KAMIS, 05 SEPTEMBER 2024 | 10:54 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

KPU Lampung Timur resmi menolak pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Dawam Rahardjo-Ketut Erawan yang diusung PDIP pada hari terakhir perpanjangan pendaftaran, Rabu (4/9).

Namun di balik gagalnya Dawam-Ketut mengikuti Pilkada Serentak 2024, beredar kabar mengejutkan dimana admin Silon KPU Lampung Timur yang diduga bernama Wulan dan Haris mendapatkan ancaman dan 'menghilang'. 

Ancaman yang diduga diterima Wulan dan Haris yang merupakan pasangan suami istri tersebut turut  menjadi salah satu faktor yang menghambat proses pendaftaran Dawam-Ketut.


Pendukung Dawam-Ketut pun berusaha mencari keberadaan Wulan dan Haris yang sama-sama bekerja di KPU Lampung Timur.

Kantor Berita RMOLLampung menerima rekaman suara antara pendukung Dawam-Ketut yang menghubungi ibunya Haris. Rekaman berdurasi 3.23 menit ini juga sudah beredar di Grup WhatsApp.

Pendukung Dawam-Ketut menanyakan apakah biasanya handphone Wulan dan Haris selalu dalam kondisi tidak aktif.

"Mboten sak jane pak, tapi sekarang kan posisinya memang betul-betul, mungkin sama orang-orangnya Teh Ela. Itu hape anakku mati kabeh, loro-lorone loh pak mati," kata perempuan yang diduga ibu Haris.

Dia mengatakan bahwa Wulan dan Haris sudah berangkat kerja sejak pagi hari.

Menurut pengakuannya, ada rekan Wulan yang meneleponnya   mengabarkan bahwa posisi Haris dan Wulan sedang terancam.

"Kancane Wulan wes ngebel aku, pokoke dongak ne mbak Wulan karo Haris, mesakne, posisinya terancam dari dua belah pihak, dari pihak Pak Dawam terancam dari pihak Mbak Nunik terancam. Jajal trus piye pak anakku," katanya.

Perempuan itu juga menanyakan apa persoalan yang terjadi sehingga anaknya tidak ada yang bisa dihubungi. 

Sementara itu, penelpon mengatakan bahwa pihaknya meminta untuk dibukakan akun Silon untuk pendaftaran Dawam-Ketut.

"Tentunya pihaknya Mbak Nunik, Haris gimana caranya biar gak bisa mbukak kui. Memang semua data Haris yang ngurusin. Ya Allah ya Allah, memang kalau gak bisa dibuka akunnya gak bisa daftar toh pak? Ya Allah Ya Allah," kata dia lagi.

"Mudah-mudahan gak terjadi ada apa-apa dengan anakku pak. Jarene neng KPU, premane mbak Nunik seudan," lanjutnya.

Sementara itu, Ketua PDIP Lampung Timur Ali Johan menyampaikan bahwa pihaknya kecewa karena KPU Lampung Timur menolak pendaftaran Dawam-Ketut.

Soal admin silon yang dikabarkan menghilang dan dapat ancaman itu, Ali Johan menyampaikan bahwa tidak mengetahui pasti soal itu.

"Kami dan pendukung sangat kecewa, jam 3 pagi kami baru sampai rumah. Kami gak bisa berbuat banyak, kalau kami anarkis malah tambah runyam nanti," kata Ali dikutip dari Kantor Berita RMOLLampung.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya