Berita

Seorang guru asal Buton, Ana Nuraulia, tak kuasa menahan air mata ketika bertemu langsung dengan Paus Fransiskus di Grha Pemuda di lingkungan Gereja Santa Maria Diangkat ke Surga Paroki Katedral, Jakarta Pusat, Rabu malam (4/9)/YouTube

Nusantara

Guru Asal Buton Tak Kuasa Menahan Air Mata Saat Cerita Depan Paus Fransiskus

RABU, 04 SEPTEMBER 2024 | 23:56 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Tetesan air mata tak kuasa ditahan seorang guru asal Buton, Sulawesi Tenggara, Ana Nuraulia, ketika bertemu langsung dengan Paus Fransiskus di Grha Pemuda di lingkungan Gereja Santa Maria Diangkat ke Surga Paroki Katedral, Jakarta Pusat, Rabu malam (4/9).

Momen tersebut terjadi saat Paus Fransiskus melakukan pertemuan dengan gerakan kaum muda global, Scholas Occurrentes, tempat di mana Ana menjadi volunteer.

Di hadapan Paus, Ana memperkenalkan diri sebagai dosen, fasilitator anak, hingga penyiar radio.


Ana menjelaskan, dirinya ingin mengambil peran sebanyak mungkin di setiap lini masa kehidupan untuk dapat mengisi dunia pendidikan dan menyebarluaskan pesan tentang pentingnya edukasi dalam mengentaskan kemiskinan.

"Ini bukan hanya sekadar pengalaman bagi saya, namun sebuah transformasi luar biasa. Kali pertama dalam hidup saya, saya mengunjungi, masuk, dan menjadi bagian dalam Katedral," kata Ana sambil menahan tangis.

Ana pun sangat terharu lantaran dirinya dipilih dan berkesempatan untuk bisa berbicara langsung di depan Paus Fransiskus.

Masih di hadapan Paus, Ana juga menyebut simbol toleransi yang nyata adalah berhadap-hadapannya Gereja Santa Maria Diangkat ke Surga dengan Masjid Istiqlal.

"Ajaibnya, tepat di depan saya berdiri pula masjid (Istiqlal) tempat saya biasanya beribadah. Ini merupakan simbol toleransi di mana perbedaan harusnya kita hadapi dan kita jembatani," tutur Ana.

Dari sini, Ana semakin yakin dan menjelaskan kepada Paus bahwa dirinya belajar toleransi melalui agamanya, yakni Islam.

Termasuk mempelajari nilai-nilai toleransi saat berada di Scholas.

Populer

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

UPDATE

Mudik Gratis 2026 Pemprov Jabar, Berikut Rute dan Cara Daftarnya

Sabtu, 21 Februari 2026 | 14:13

DPR Komitmen Kawal Pelaksanaan MBG Selama Ramadan

Sabtu, 21 Februari 2026 | 13:32

Harga Minyak Bertahan di Level Tertinggi Enam Bulan, Dibayangi Ketegangan AS-Iran

Sabtu, 21 Februari 2026 | 13:21

DPR Soroti Impor Pickup Kopdes Merah Putih

Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:58

Prabowo Temui 12 Raksasa Investasi Global: “Indonesia Tak Lagi Tidur”

Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:49

DPR Tegaskan LPDP Harus Tegakkan Kontrak di Tengah Polemik “Cukup Saya WNI, Anak Jangan”

Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:26

Pemerintah Inggris Siap Hapus Andrew dari Daftar Pewaris Takhta

Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:14

Kemenag: Tidak Ada Kebijakan Zakat untuk MBG

Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:04

Korban Banjir Lebak Gedong Masih di Huntara, DPR Desak Aksi Nyata Pemerintah

Sabtu, 21 Februari 2026 | 11:25

Norwegia Masih Kuat di Posisi Puncak Olimpiade, Amerika Salip Tuan Rumah

Sabtu, 21 Februari 2026 | 11:13

Selengkapnya