Berita

Direktur Eksekutif Indonesia Future Studies (INFUS), Gde Siriana, saat menjadi pembicara dalam Diskusi Publik yang digelar Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) bertajuk "Proyek Swasta Jadi PSN: Rakyat Vs Oligarki", di Hotel Kaisar, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Rabu (4/9)/RMOL

Politik

Mementingkan Oligarki, PSN Ala Jokowi Langgar HAM

RABU, 04 SEPTEMBER 2024 | 16:31 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Proyek strategis nasional (PSN) yang dibangun pemerintah dengan menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) 109/2020, dinilai sebagai pelanggaran hak asasi manusia (HAM) oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Direktur Eksekutif Indonesia Future Studies (Infus), Gde Siriana menyampaikan konklusinya tersebut saat menjadi pembicara dalam Diskusi Publik yang digelar Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) bertajuk "Proyek Swasta Jadi PSN: Rakyat Vs Oligarki", di Hotel Kaisar, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Rabu (4/9).

Dia memaparkan, kebijakan pemerintahan Jokowi tak lagi memperhatikan rakyat dalam mengelola wilayah negara, karena terdapat contoh konkret proyek swasta seperti Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 justru masuk ke dalam PSN yang bakal didukung penuh oleh pemerintah.


"Pasti ini banyak yang dilanggar, melanggar keadilan, kemanusiaan, termasuk melanggar aturan-aturan yang berlaku," ujar Gde Siriana.

Kandidat doktoral politik Universitas Padjajaran (Unpad) itu menuturkan, kondisi rezim hari ini seperti penelitian disertasi yang dia lakukan mengenai relasi oligarki dan penguasa.

"Dalam kurun waktu tertentu terkadang pemerintah yang mengendalikan oligarch, tapi di waktu lain bisa sebaliknya. Ini sebenarnya kepentingan untuk bertahan," tutur Gde Siriana.

"Di satu sisi oligarch menjaga kekayaannya, atau bahkan menambah kekayaannya. Kalau politisi ya mempertahankan kekuasaannya atau memperlebar kekuasaannya," sambungnya.

Namun pada rezim Jokowi sekarang ini, Gde Siriana mendapati berkelindannya penguasa dengan oligarki sudah terlampau parah, karena mengangkangi instrumen hukum sebagai alat untuk menggapai tujuannya.

Dia mendapati, bukan hanya melalui pembentukan regulasi yang menguntungkan kepentingan mereka, tapi juga melibatkan aparat keamanan sebagai pengaman teknis dari pelaksanaan kebijakan yang mereka buat.

"Tahun 2021 ada pernyataan Jokowi bahwa semua kapolda menjadi penjaga investasi. Ini saya kira sikap politik Jokowi terhadap pembangunan kita yang memang merupakan rezim infrastruktur atau pro investor dari pembangunan-pembangunan yang sebenarnya mementingkan oligarch," jelasnya.

"Akhirnya swasta punya privilege (hak istimewa) penuh, apalagi kalau dia dikawal aparat," demikian Gde Siriana menambahkan.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

Jaga Energi dan Cairan, Tantangan 14.000 Pelari Maybank Marathon 2026

Senin, 24 Agustus 2026 | 08:25

Bawa Hasil Riset UGM ke Bursa, SWAP Bidik Dana Segar Rp45 Miliar Lewat IPO\

Senin, 24 Agustus 2026 | 08:14

BEI Agendakan RUPSLB, Catat Syarat Kehadirannya

Senin, 24 Agustus 2026 | 08:00

Iran Anggap Negara Pendukung Perang Ekonomi AS sebagai Musuh

Senin, 24 Agustus 2026 | 07:21

ASBI Laporkan Dugaan Penggelapan ke BEI-OJK, Enam Pihak Jadi Terlapor

Senin, 24 Agustus 2026 | 07:03

Hasil Penelitian Ungkap Air Galon Guna Ulang Tak Berisiko Kanker

Senin, 24 Agustus 2026 | 07:02

Pemuda Katolik NTT Berangkatkan Puluhan Relawan ke Flores

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:42

PAN Launching Lapor PAN dan PANsar Murah

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:27

Pertina Bawa Polemik Legalitas ke PTUN dan PN Jakpus

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:14

TNI AL Berhasil Operasi Patah Tulang Korban Gempa NTT di KRI

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:02

Selengkapnya