Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Pelaku Bom Mematikan di Kabul Akhirnya Terungkap

RABU, 04 SEPTEMBER 2024 | 13:05 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Ledakan bom mematikan di ibukota Kabul, Afghanistan baru-baru ini diklaim sebagai salah satu aksi terorisme yang dilakukan kelompok ISIS. 

Dalam sebuah unggahan di Telegram, ISIS menyatakan bahwa salah satu anggotanya melakukan bom bunuh diri di tengah kerumunan.

"Pelaku bom menunggu sampai pegawai pemerintah menyelesaikan giliran kerja dan meledakkan bahan peledak di tengah kerumunan," kata ISIS, seperti dimuat Al Jazeera pada Rabu (4/9).


Menurut juru bicara kepolisian Kabul Khalid Zadran, enam tewas dan 13 orang terluka dalam serangan di daerah Qala-e-Bakhtiar di selatan Kabul.

ISIS mengklaim jumlah korbannya mencapai 45 orang dan menyebut aksi bom bunuh diri Kabul sebagai upaya balas dendam kepada Taliban karena memenjarakan anggota mereka.

Meskipun kekerasan secara keseluruhan telah berkurang di Afghanistan sejak pengambilalihan Taliban pada tahun 2021, afiliasi ISIS di wilayah Khorasan (ISIS-K) tetap aktif, secara teratur menargetkan warga sipil, orang asing, dan pejabat Taliban dengan serangan senjata dan bom.

Pada tahun 2022, sebuah bom bunuh diri yang terkait dengan ISIS menewaskan 53 orang, termasuk 46 anak perempuan dan perempuan muda, di sebuah pusat pendidikan di lingkungan Syiah di Kabul.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Jokowi Jadikan PSI Kendaraan Politik demi Melanggengkan Dinasti

Senin, 02 Februari 2026 | 10:15

IHSG "Kebakaran", Sempat Anjlok Hingga 5 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 09:49

Ketegangan Iran-AS Reda, Harga Minyak Turun Hampir 3 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 09:47

Tekanan Pasar Modal Berlanjut, IHSG Dibuka Anjlok Pagi Ini

Senin, 02 Februari 2026 | 09:37

Serang Pengungsi Gaza, Israel Harus Dikeluarkan dari Board of Peace

Senin, 02 Februari 2026 | 09:27

BPKN Soroti Risiko Goreng Saham di Tengah Lonjakan Jumlah Emiten dan Investor

Senin, 02 Februari 2026 | 09:25

Komitmen Prabowo di Sektor Pendidikan Tak Perlu Diragukan

Senin, 02 Februari 2026 | 09:14

Menjaga Polri di Bawah Presiden: Ikhtiar Kapolri Merawat Demokrasi

Senin, 02 Februari 2026 | 09:13

Emas Melandai Saat Sosok Kevin Warsh Mulai Bayangi Kebijakan The Fed

Senin, 02 Februari 2026 | 09:07

Nikkei Positif Saat Bursa Asia Dibuka Melemah

Senin, 02 Februari 2026 | 08:49

Selengkapnya