Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Pemerintah Serap Dana Rp22 Triliun dari Lelang SUN

RABU, 04 SEPTEMBER 2024 | 09:15 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

RMOL.  Pemerintah mengantongi Rp22 triliun dari lelang 7 seri Surat Utang Negara (SUN).

Lelang SUN dilakukan pada Selasa (3/9) untuk seri SPN03241204 (new issuance), SPN12250904 (new issuance), FR0104 (reopening), FR0103 (reopening), FR0098 (reopening), FR0097 (reopening) dan FR0102 (reopening) melalui sistem lelang Bank Indonesia.

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan menyebut bahwa penawaran yang masuk sebesar Rp45,4 triliun dengan rincian; untuk seri SPN03241204 sebesar  Rp2,04 triliun, untuk seri SPN12250904 sebesar Rp3,52 trilliun, sementara seri FR0104 sebesar Rp15,1 triliun.


Sedangkan untuk seri FR0103 sebesar Rp14,3 triliun dan seri FR0098 sebesar Rp3,18 triliun, seri FR00097 sebesar Rp4,21 trillun, lalu untuk seri FR0102 sebesar Rp3,04 triliun.

Serapan tertinggi berasal dari seri FR0103 yang dimenangkan sebesar Rp9,25 triliun. Kemudian dari seri FR0104, Pemerintah memenangkan dana sebesar Rp8,71 triliun. Dari seri FR0097, pemerintah menyerap dana senilai Rp1,91 triliun. 

Dari seri FR0102 Pemerintah memenangkan Rp1,46 triliun. Dari seri FR0098, Pemerintah menyerap Rp7 miliar. 

Sesuai dengan kewenangan yang diberikan oleh Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara, Menteri Keuangan menetapkan dalam lelang kali ini seri SPN03241204 dan seri SPN12250904 tidak ada yang dimenangkan.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya