Berita

Ketua Komite Tetap Senat mengenai Layanan Kesehatan Nasional, Regulasi dan Koordinasi (SCNHSRC), Senator Amir Waliuddin Chishti.

Dunia

Amir Waliuddin Chishti: Kualitas Obat-obatan di Pakistan Tidak Sesuai Standar Internasional

SELASA, 03 SEPTEMBER 2024 | 08:26 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Selain terorisme dan wabah kekurangan gizi anak, Pakistan dihadapkan pada satu persoalan lain yang tak kalah pelik. Komite parlemen di Islamabad akhir pekan lalu menyampaikan kekhawatiran mengenai kualitas produksi obat-obatan di negara itu. Menurut komite ini produk akhir sebagian besar obat-obatan buatan Pakistan tidak memenuhi standar internasional.

Menurut Dawn, kekhawatiran ini mengemuka selama pertemuan Komite Tetap Senat mengenai Layanan Kesehatan Nasional, Regulasi dan Koordinasi (SCNHSRC) yang diketuai oleh Senator Pakistan Amir Waliuddin Chishti, di Gedung Parlemen.

Selama pertemuan tersebut, para pejabat meninjau kinerja Otoritas Regulasi Obat Pakistan (DRAP) selama lima tahun terakhir.


Senator Pakistan Palwasha Mohammad Zai Khan, Syed Masroor Ahsan, Irfanul Haq Siddiqui, Mohammad Humayun Mohmand dan Fawzia Arshad, bersama dengan Sekretaris Nadeem Mahbub, Sekretaris Khusus Nasiruddin Mashood Ahmed, CEO DRAP Asim Rauf, Presiden PMDC Dr Rizwan Taj dan pejabat senior lainnya dari departemen terkait menghadiri pertemuan tersebut.

Dalam pertemuan ini, CEO DRAP Asim Rauf memberikan tinjauan tentang tanggung jawab DRAP di negara tersebut, sambil menekankan perannya dalam pemberian lisensi dan pembuatan obat-obatan, serta memantau impor dan ekspor, serta regulasi dan jaminan kualitas di Pakistan.

Komite tetap juga menyatakan kekhawatiran mengenai kualitas obat-obatan yang diproduksi di Pakistan, dengan mencatat bahwa obat-obatan tersebut sering kali tidak memenuhi standar internasional. Komite tersebut juga mempertanyakan keberadaan perusahaan farmasi multinasional di Pakistan dan rumor tentang kepergian mereka.

Ketua komite, Amir Waliuddin Chishti, mengangkat isu regulasi susu formula. Rauf mengatakan bahwa perusahaan susu formula sebelumnya telah mengajukan gugatan di pengadilan tinggi terhadap pencantuman susu formula oleh Drap dalam cakupan regulasinya. Namun, pengadilan memutuskan mendukung Drap.

Badan senat tersebut juga berbicara tentang kebijakan baru untuk Ujian Registrasi Nasional (NRE) di Pakistan. 

Presiden Dewan Kedokteran dan Kedokteran Gigi Pakistan (PMDC) Rizwan Taj mengatakan bahwa kriteria kelulusan bagi mahasiswa kedokteran asing telah dikurangi dari 70 persen menjadi 60 persen, yang menyebabkan peningkatan persentase kelulusan ujian NRE dari 4 persen menjadi 40 persen.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Penyerahan Aset Hasil Kejahatan ke Negara jadi Benchmark Baru Penegakan Hukum

Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:12

Polda Kalteng Berjibaku Lakukan Pembasahan di Area Titik Panas

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:59

Mazhab Tebet dan Pokok-pokok Pikiran Ekonomi Heterodoks

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:51

Peringati Hari Tani, PalmCo Dorong Kemandirian KUD Melalui Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:44

Melihat Sahara dari Denyut Pembangunan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:27

3.474 Napi Pindah ke Nusakambangan, 115 dari Rutan Depok

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:04

Bos Danantara Ungkap Hilirisasi Dongkrak Ekspor Nikel RI 10 Kali Lipat

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:55

KPK Geledah Dinkes Pemkot Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:32

Titiek Soeharto Diminta Turun Gunung Pimpin FKPPI

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:25

RUU Migas dan BUK Migas Harus Menyalakan Kembali Mesin Eksplorasi Indonesia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:01

Selengkapnya