Berita

Kolase Ridwan Kamil dan Pramono Anung/Repro

Publika

Syarat RK Menang

SELASA, 03 SEPTEMBER 2024 | 09:18 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

BERAT. PDIP usung Pramono Anung-Rano Karno. Cerdas. Anies Baswedan kena prank. He is unwanted in the system. Hilang dignity-nya. Sweet sweet revenge. "In revenge and in love, woman is more barbarous than man," kata Friedrich Nietzsche.

Pramono Anung akan pecah suara 35 persen orang jawa. Rano Karno ambil suara betawi. Sekali pun orang minang. Minoritas masih enggan pilih kandidat PKS.

Padahal biang onar adalah Anies Baswedan an sich. PKS tampak lain di dalam tangan Presiden SBY. Demikian pula saat ada di bawah kendali Presiden Prabowo dan Jokowi. PKS baru tampak sangar waktu di-hijack Anies Baswedan.


Publik sudah lupa: Kepala Daerah adalah perpanjangan-tangan pemerintah pusat. Pemilih 2 hendaknya ingat. Jokowi's Lover & Javanese jangan goyang dengan ilusi sosok Pramono Anung.

Rano Karno menang di popularitas. Gunakan kartu etnisitas. Very soft. Padahal ada beberapa kasus sewaktu dia jadi Wakil Dinasti Ratu Atut di Banten.

Dia & Pramono Anung ingin sekali rekrut Anies Baswedan sebagai Ketua Timses. Pake acara gimmick bertiga enggak sengaja bertemu di CFD.

Bullshitt. Itu settingan. There are no coincidences in politics. Belum apa-apa tiga orang ini mau tipu-tipu gimmick. PDIP belum puas menjatuhkan pride Anies Baswedan. Masih mau ditumbuk hingga lumat.

Ridwan Kamil dikerjain di Makam Priok. Bandit bayar preman corat-coret nulis tembok "Tolak RK". Spanduk penolakan dipasang di JPO. Anak Abah bikin dosa awal dengan tarik olah raga masuk politik. Persija dihasut. Tweet lama RK diobrak-abrik.

Situasi diperparah dengan lontaran ide mentah. Mau bikin apartemen di atas pasar dan sungai. Soal Giant Sea Wall divermak abis Rano Karno. Mobil keliling psikologi terdengar absurd. RK beri celah di-smash musuh.

Jokowi-Prabowo-Gibran harus turun tangan. Sebaiknya RK rilis silence operation. Datangi "Tribal Chieftain" seperti Antoni Salim, Tango Whiskey, Harry Tanoe dan sebagainya.

Tetua jemaat dan biksu penting didatangin. Minta restu. Juga para bos dunia malam yang tak pernah disebut. Yakinkan para pengusaha. Rangkul tokoh moderat. Silaturahmi ke semua pemimpin media. Resmikan Ariza Patria sebagai Ketua Timses. Bentuk tim siluman.

Kunci paling penting adalah "Money". Bukan money politics. Tapi duit is a necessary component of any democracy: it enables political participation and representation.

Globalization and digitization are transforming political campaigns. Kuasai semua platform media sosial. Sewa sebanyak mungkin artis, bintang film, dan selebriti. Kenyangkan perut relawan. Kasih vitamin biar kerja maksimal.

Duit bikin people went crazy! The media went ape-crap! Duit bukan buat buy the election. Tapi to fuel the campaigns.

Mark Hanna mengatakan, "There are two things that are important in politics. The first is money and I can’t remember what the second one is."

Kunci #2 adalah balancing the poor & the rich. "Politics is the gentle art of getting votes from the poor and campaign funds from the rich, by promising to protect each from the other," kata Oscar Ameringer.

Stop omong kosong. Program kesejahteraan paling penting. Warisan Anies Baswedan: ada 500 ribu orang miskin di Jakarta. Sebelumnya sekitar 200 ribu. Bravo Anies Baswedan...!! Seribu Rano Karno enggak penting dibanding rakyat makan.

Duit, duit, dan duit lagi kuncinya. Duit akan mencari jalannya sendiri bagi kemenangan RK-Suswono dan KIM Plus.

"I think it's a terrible system, but money in politics is like water running downhill -- it finds its way," kata Jonathan Alter.

Penulis adalah aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (Komtak)

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Kampus Demokrasi Obama

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:54

Presiden Prabowo Kemudikan Kapal Indonesia Menuju Ekonomi Pancasila

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:36

Merekonstruksi Ulang Konsolidasi Kebangsaan

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:18

Keberadaan DSI Perlu Dievaluasi Ulang dalam Tata Niaga Sawit

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:59

Usaha Jufriyah Terus Keruk Cuan Bersama BRI

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:34

Perdamaian AS-Iran Tanpa Israel

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:16

Turnamen Tenis Meja Masduki Cup 2026 Mengukir Asa Menuju Pentas Dunia

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:55

BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Berbagai Solusi Finansial

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:35

Koperasi Menjaga Keseimbangan

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:15

Gaya Hidup Sehat dan Kebersamaan Harus jadi Kebutuhan

Selasa, 23 Juni 2026 | 02:55

Selengkapnya