Berita

Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutan dalam gala dinner kepala negara dan delegasi IAF di Bali, Minggu (1/9)/Repro

Politik

HLF-MSP dan IAF ke-II Kuatkan Kerja Sama Global

SENIN, 02 SEPTEMBER 2024 | 22:54 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

High-Level Forum on Multi-Stakeholder Partnerships (HLF MSP) dan Indonesia-Africa Forum II ( IAF ke-II) menjadi fondasi pembangunan kerja sama antara Indonesia dengan negara-negara Afrika di masa mendatang.

Mengusung tema Bandung Spirit for Africa's Agenda 2063, ada beberapa capaian kerja sama dalam agenda tersebut, antara lain bidang transformasi ekonomi, energi, pertambangan, ketahanan pangan, kesehatan, dan pembangunan.

Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI, Pahala Nugraha Mansury mengatakan, negara-negara Afrika memiliki peran penting dalam perekonomian global, terutama bagi Indonesia.


“Negara-negara di Afrika tercatat memiliki 10 persen cadangan minyak dan 8 persen gas di dunia. Selain itu juga kaya mineral kritis seperti 55 persen cadangan kobalt, 48 persen cadangan mangan, dan 22 persen cadangan grafit di dunia,” kata Pahala, Senin (2/9).

Sebelumnya, Deputi Bidang Politik, Hukum, Pertahanan, dan Keamanan Kementerian PPN/Bappenas, Bogat Widyatmoko menjelaskan terkait tiga isu besar global yang menjadi perhatian khusus Indonesia.

Ketiga isu dimaksud adalah polikrisis global, melemahnya multilateralisme, dan dampak pandemi global. 

“Masalah-masalah ini telah menyebabkan semakin lebarnya kesenjangan pembangunan antara negara-negara Selatan dan Utara, dan telah menghambat kemajuan dalam mencapai agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) tahun 2030,” jelasnya.

HLF MSP 2024 merupakan forum internasional yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun nonpemerintah untuk membahas upaya kolaboratif yang bertujuan mencapai perubahan transformatif dalam mengatasi tantangan global, termasuk kesenjangan pembangunan, melalui pendekatan kemitraan multi-pemangku kepentingan

HLF MSP 2024 tidak hanya meneguhkan posisi Indonesia sebagai jembatan antar negara berkembang, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat kerjasama pembangunan global.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya