Berita

Hvaldimir si paus beluga pada tahun 2019, dalam foto yang dirilis oleh Direktorat Perikanan Norwegia/AFP

Dunia

Paus Mata-Mata Rusia Ditemukan Mati di Norwegia

SENIN, 02 SEPTEMBER 2024 | 14:50 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Seekor paus beluga yang diduga telah dijadikan sarana mata-mata Rusia dilaporkan mati di Norwegia.

Pendiri organisasi Marine Mind, Sebastian Strand mengungkap bahwa jasad paus beluga ditemukan mengambang di lepas pantai barat daya di Risavika.

"Kami mendapat konfirmasi bahwa ia masih hidup sedikit lebih dari 24 jam sebelum menemukannya mengambang mati," ungkapnya, seperti dimuat AFP pada Senin (2/9).


Fredrik Skarbovik, koordinator maritim di pelabuhan Stavanger, mengonfirmasi kematian paus beluga itu kepada surat kabar tabloid VG.

Strand mengatakan penyebab kematian paus itu tidak diketahui dan tidak ada luka yang terlihat selama pemeriksaan awal.

"Kami berhasil mengambil jasadnya dan menaruhnya di area yang dingin, sebagai persiapan untuk otopsi oleh lembaga veteriner yang dapat membantu menentukan apa yang sebenarnya terjadi padanya," ujar Strand.

Dijuluki "Hvaldimir" dalam plesetan dari kata bahasa Norwegia untuk paus, hval, dan hubungannya dengan Moskow, paus beluga pertama kali muncul di lepas pantai di wilayah Finnmark di ujung utara Norwegia pada tahun 2019.

Pada saat itu, ahli biologi kelautan Norwegia melepaskan tali kekang buatan manusia yang terpasang di leher paus dan bertuliskan "Peralatan St. Petersburg". Diduga merupakan peralatan mata-mata yang sengaja dipasang Rusia.

Pejabat Norwegia menduga Hvaldimir mungkin telah lolos dari kandang dan mungkin telah dilatih oleh angkatan laut Rusia karena ia tampak terbiasa dengan manusia.

Dengan perkiraan usia sekitar 14 atau 15 tahun, Hvaldimir tergolong muda untuk seekor paus Beluga, yang dapat hidup hingga usia antara 40 dan 60 tahun.

Paus Beluga dapat mencapai ukuran enam meter dan umumnya cenderung menghuni perairan es di sekitar Greenland, Norwegia utara, dan Rusia.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya