Berita

Ilustrasi/RMOL

Global

Nasib X di Brasil Ditentukan MA Hari Ini

SENIN, 02 SEPTEMBER 2024 | 09:48 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Nasib platform media sosial X di Brasil tinggal menunggu putusan panel. 

Panel beranggotakan lima orang di Mahkamah Agung ini akan bersidang pada Senin (2/9) waktu setempat untuk memutuskan apakah akan menguatkan putusan Hakim Alexandre de Moraes untuk menutup platform tersebut.

Moraes, yang oleh pemilik X Elon Musk disebut sebagai "diktator," telah menggelar sidang virtual di majelis pertama pengadilan untuk ditinjau para anggota dewan.


Dikutip dari Reuters, Senin (2/9) Mahkamah Agung Brasil memiliki 11 hakim yang dibagi menjadi dua majelis yang masing-masing beranggotakan lima orang, tidak termasuk ketua pengadilan. Mereka dapat memberikan suara untuk mempertahankan atau menolak keputusan yang dibuat oleh satu hakim.

Perselisihan mengenai X berakar pada perintah Moraes awal tahun ini yang mengharuskan platform tersebut  memblokir akun-akun yang terlibat dalam penyelidikan dugaan misinformasi dan kebencian.

Musk berpendapat bahwa Moraes mencoba menerapkan penyensoran yang tidak dapat dibenarkan dan menutup kantor X di Brasil pada bulan Agustus, tanpa menunjuk perwakilan baru. Hakim bersikeras bahwa media sosial memerlukan peraturan tentang ujaran kebencian.

Keputusan terbaru Moraes didukung oleh Ketua Mahkamah Agung Luis Roberto Barroso.

"Sebuah perusahaan yang menolak menunjuk perwakilan hukum di Brasil tidak dapat beroperasi di wilayah Brasil," kata Barroso dalam wawancara dengan surat kabar Folha de S.Paulo yang diterbitkan pada hari Minggu.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya