Berita

Presiden Jokowi di Bendungan Leuwikeris di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat/Setpres

Bisnis

Bendungan Leuwikeris di Tasik Jadi Bendungan Termahal yang Pernah Dibangun Jokowi

JUMAT, 30 AGUSTUS 2024 | 10:47 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Bendungan Leuwikeris di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, yang baru diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) diklaim menjadi bendungan termahal yang pernah dibangun Pemerintah.

Pasalnya, bendungan tersebut membuat Pemerintah harus merogoh kocek sebesar Rp3,5 triliun, atau setara tiga kali lipat dari proyek-proyek bendungan sebelumnya.

Mahalnya bendungan tersebut pun diakui oleh Jokowi saat meresmikannya pada Kamis (29/8).


"Dari 44 bendungan yang sudah saya resmikan, ini adalah bendungan yang menelan biaya paling besar Rp3,5 triliun. Biasanya Rp800 miliar, Rp1 triliun atau Rp1,5 triliun," kata Jokowi.

Jokowi menjelaskan bendungan termahal ini memiliki luas 243 hektare dengan volume daya tampung air 81 juta meter kubik.

Bendungan ini, kata Jokowi memiliki berbagai fungsi penyediaan air bersih. Salah satunya menjadi sumber pengairan sawah dengan kemampuan mengairi irigasi seluas 11.200 hektare.

"Kita harapkan ini manfaatnya betul-betul multifungsi, baik untuk air baku, baik untuk air irigasi, baik untuk pengendalian banjir, dan juga pembangkit listrik," ujarnya.

Menurutnya, air akan menjadi persoalan di masa mendatang jika tidak dikelola sejak sekarang. Untuk itu, ia menegaskan komitmen pemerintah menyediakan air bersih untuk masyarakat. 

"Jika tidak dikelola dengan baik, air dapat menjadi sebuah bencana. Tanpa air, tidak ada kehidupan. Tanpa air, tidak ada makanan. Oleh sebab itu, air harus dikelola dengan baik karena setiap tetesnya itu sangat-sangat berharga," ujarnya.

Dengan beroperasinya Bendungan Leuwikeris, Jokowi tercatat telah membangun 45 bendungan. Selain itu ia juga membuat 1,1 juta hektare irigasi baru dalam 10 tahun terakhir selama menjabat sebagai kepala negara.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Wall Street Hijau di Tengah Harapan Meredanya Konflik AS-Iran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:23

Di Balik Sensor Istana: Diksi Nuklir Prabowo dan Bantahan Kilat Teheran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:10

Pelatih Vietnam Bongkar Rahasia Usai Permalukan Indonesia 3-0

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:04

Tanggapi MK, Menkeu Pastikan Anggaran MBG Tidak Mengganggu APBN

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:47

Menhaj Lantik 6 Pejabat Kemenhaj untuk Perkuat Pelayanan Haji dan Umrah

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:46

Bunga Pinjaman Turun, Bulog Hemat hingga Rp1,07 Triliun per Tahun

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:35

Pasar Logam Mulia Tertekan, Emas Masih Berkutat di 4.000 Dolar AS

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:18

Bursa Eropa Cetak Rekor, DAX 40 Tembus 26.000 Poin

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:07

Sekolah Nasional Terintegrasi: Tantangan Pendidikan dan Implementasi Rekonstruksi

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:46

BGN Anggap Putusan MK Justru Perkuat Program MBG

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:27

Selengkapnya