Berita

Ilustrasi/RMOL

Tekno

Senator Republik Pertanyakan Rencana PHK Massal Intel

KAMIS, 29 AGUSTUS 2024 | 16:36 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Rencana Intel memangkas lebih dari 15.000 pekerjaan mendapat tanggapan serius dari senator Republik Rick Scott.

Dalam suratnya pada Rabu (28/8) waktu setempat, Scott meminta CEO Pat Gelsinger menjelaskan alasan pemangkasan tersebut mengingat perusahaan teknologi itu akan menerima hibah dan pinjaman hampir 20 miliar dolar AS untuk meningkatkan produksi chip mereka dari pemerintah.

Scott mempertanyakan apakah penghargaan yang direncanakan Departemen Perdagangan telah gagal untuk mencegah perusahaan melakukan pengurangan.


"Apa yang ingin dicapai Intel dengan pemutusan hubungan kerja ini, dan mengapa investasi miliaran dolar pembayar pajak AS belum cukup untuk mencegah terjadinya PHK?" tanya Scott, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (29/8).

Scott ingin Intel merinci berapa banyak karyawan AS yang akan kehilangan pekerjaan dan apakah pemotongan tersebut akan memengaruhi investasi manufaktur semikonduktor yang direncanakan Intel.

Departemen Perdagangan mengatakan pada bulan Mei, pendanaan tersebut akan mendukung penciptaan lebih dari 10.000 pekerjaan manufaktur dan hampir 20.000 pekerjaan konstruksi untuk proyek-proyek di Arizona, New Mexico, Ohio, dan Oregon.

Intel mengatakan bulan ini pihaknya akan memangkas biaya sebesar 10 miliar dolar AS pada tahun 2025 dan mengurangi tenaga kerjanya lebih dari 15 persen, dengan mayoritas keluarnya karyawan akan diselesaikan tahun ini.

Gelsinger mengatakan saat itu tenaga kerja Intel 10 persen lebih besar dibanding tahun 2020, saat pendapatannya 24 miliar dolar AS lebih tinggi dibanding tahun 2023 dan ia membutuhkan lebih sedikit orang di kantor pusat dan lebih banyak di lapangan untuk mendukung pelanggan.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Prabowo Perkuat Iklim Investasi Lewat IIFC

Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:16

Jaksa Terbebani Pembuktian Ijazah Jokowi Asli

Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:07

Kelahiran, Kejayaan, dan Runtuhnya Kekaisaran Romawi

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:40

Puluhan Ribu Warga Maroko Kabur ke Spanyol dengan Berenang

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:23

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Memetakan Lagu Tilawah Al-Qur’an

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:31

Jokowi ke kader PSI NTT: Kalau Butuh Bantuan Boleh ke Solo

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:21

Relawan Slamet Ariyadi Kawal PAN Menuju Tiga Besar 2029

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:06

Pembentukan IIFC Bisa Dongkrak Posisi RI di Panggung Ekonomi Global

Minggu, 02 Agustus 2026 | 03:40

Kompetensi Guru Naik 700 Persen

Minggu, 02 Agustus 2026 | 03:20

Selengkapnya