Berita

Situs Gunung Padang/Net

Nusantara

Jalan Panjang Gunung Padang untuk Dapat Pengakuan UNESCO

RABU, 28 AGUSTUS 2024 | 15:48 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Proses untuk mendapatkan pengakuan sebagai situs warisan dunia UNESCO, telah menjadi perjalanan panjang dan penuh tantangan bagi salah satu situs purbakala Indonesia ini. 

Terletak di Cianjur, Jawa Barat, Gunung Padang merupakan situs megalitik yang diyakini sebagai salah satu peninggalan peradaban tertua di dunia. Namun, untuk diakui oleh UNESCO, diperlukan usaha yang tidak sedikit.

Hal ini sampaikan Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, Ismunandar, saat menjadi narasumber Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) yang mengadakan Seminar Nasional bertajuk "Warisan Peradaban Sundaland" di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Rabu (28/8).


Ismunandar menjelaskan pentingnya peran UNESCO melalui konvensi World Heritage dalam mendukung dan memfasilitasi pelestarian warisan budaya dan prasejarah Indonesia. 

"Acara hari ini strategis dalam mendukung kajian gunung padang secara ilmiah dan mendalam," katanya.

Sejumlah peneliti mengemukakan bahwa situs ini lebih tua dari piramida di Mesir. Penelitian ini memicu ketertarikan global, tetapi juga kontroversi di kalangan akademisi.

Berbagai pihak, termasuk ahli arkeologi dan konservasi, bekerja keras untuk memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh UNESCO. Proses pengajuan ini juga melibatkan berbagai konsultasi dengan para ahli internasional.

Meskipun perjalanan ini masih panjang, upaya yang dilakukan ini menunjukkan komitmen kuat Indonesia untuk mengangkat Gunung Padang sebagai bagian penting dari warisan budaya dunia.

Jika berhasil, pengakuan ini tidak hanya akan memberikan prestise bagi Indonesia, tetapi juga meningkatkan perhatian terhadap pelestarian warisan budaya dan sejarah Nusantara.

"PR berikutnya masih banyak dimana kita bisa lebih punya data-data yang lebih baik lagi," demikian Ismunandar.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya