Berita

Joko Widodo dan Surya Paloh di acara Kongres Nasdem.RMOL

Politik

Presiden Jokowi dan Surya Paloh Kompak Tak Menyapa Anies Baswedan

MINGGU, 25 AGUSTUS 2024 | 22:05 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum (Ketum) Partai Nasdem Surya Paloh kompak sama-sama tidak menyapa mantan Calon Presiden (Capres) Pilpres 2024 Anies Baswedan dalam pidato di acara pembukaan Kongres ke-III Partai Nasdem.

Awalnya, sambutan diawali oleh Surya Paloh. Dalam sambutannya itu, Surya Paloh sama sekali tidak menyapa Anies yang berada duduk di barisan depan sebelah kiri.

"Selamat malam dan salam sejahtera bagi kita semuanya yang kita hormati bersama, tentulah Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo," kata Surya Paloh di JCC Senayan, Jakarta, Minggu malam (25/8).


Selain itu, Surya Paloh menyapa para pimpinan partai politik yang selama ini menjadi partner sejalan dengan pemahaman dan pemikiran perjuangan Nasdem.

"Kita berikan aplus pada teman-teman partai politik. Mahkamah Partai, Dewan pertimbangan, para peserta Kongres, baik DPP, DPW, DPD, hadirin dan hadirat yang saya muliakan," tutur Surya Paloh mengawali sambutannya.

Bukan hanya Surya Paloh, Presiden Jokowi juga ternyata tidak menyapa Anies Baswedan dalam sambutannya.

"Yang saya hormati Ketua Umum Partai Nasdem, Bapak Haji Surya Paloh, beserta seluruh jajaran pengurus pusat, sampai ke seluruh daerah," kata Presiden Jokowi.

Jokowi pun menyapa para Duta Besar negara-negara sahabat yang hadir di acara Kongres ke-III Partai Nasdem ini.

"Para pimpinan berbagai negara yang hadir yang saya hormati, para menteri. Yang saya hormati para ketua dan pimpinan partai politik yang hadir, yang saya hormati Ketua dan Pimpinan DPP, DPW, DPD, dan seluruh kader Partai Nasdem yang malam hari ini hadir," tutur Presiden Jokowi mengawali sambutannya.

Dalam acara ini, turut dihadiri beberapa pimpinan partai politik lainnya, seperti Ketum Partai Golkar Bahlil Lahadalia, Ketum PBB Fahri Bachmid, Sekjen PKS Aboe Bakar Alhabsy, dan lainnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya