Berita

Preisden Ukraina, Volodymyr Zelensky dan Presiden Rusia, Vladimir Putin/India Today

Dunia

Di Peringatan HUT Ukraina, Zelensky Sebut Putin Tua Bangka Penyakitan

MINGGU, 25 AGUSTUS 2024 | 10:21 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menandai 33 Tahun kemerdekaan Ukraina, Presiden Volodymyr Zelensky memamerkan senjata baru buatan dalam negeri yakni rudal nirawak Palianytsia.

Dalam pidatonya, Zelensky menyatakan bahwa senjata itu lebih cepat dan kuat dari drone biasa, serta berhasil digunakan untuk menyerang target di Rusia. Tetapi dia tidak menyebutkan di mana.

"Musuh kita akan tahu cara Ukraina membalas dendam. Bermartabat, simetris, dan jarak jauh," ujarnya, seperti dikutip dari Reuters pada Minggu (25/8).


Di saat yang sama, Zelensky juga menyampaikan ejekan terhadap Presiden Rusia, Vladimir Putin yang dinilai sudah terlalu tua untuk memimpin, mengingat dia sudah berusia 71 tahun.

"Pria tua bangka berpenyakit dari Lapangan Merah terus mengancam semua orang dengan nuklir," kata dia.

Lebih lanjut Zelensky menjelaskan alasan mengapa senjata itu diberina nama Palianytsia.

Dikatakan bahwa orang-orang Ukraina biasa menyebut kata "Palianytsia", tetapi terlalu sulit diucapkan oleh orang-orang Rusia.

Kata itu terkadang digunakan dengan nada bercanda, selama perang sebagai cara untuk membedakan orang-orang Ukraina dan Rusia.

"Akan sangat sulit bagi Rusia, bahkan sulit untuk mengucapkan apa sebenarnya yang telah menghantamnya," kata Zelensky tentang rudal pesawat nirawak tersebut.

Di hari kemerdekaan Ukraina tersebut, Zelensky meratifikasi Statuta Roma, yang membuka jalan bagi Ukraina untuk bergabung dengan Mahkamah Pidana Internasional, salah satu dari banyak langkah yang diperlukan untuk bergabung dengan Uni Eropa, aksesi yang dipandang Kyiv sebagai prioritas.

Ia juga menandatangani undang-undang yang melarang kegiatan kelompok agama yang terkait dengan Rusia, yang menciptakan instrumen hukum bagi pemerintah untuk melarang cabang Gereja Ortodoks yang dianggap terkait dengan Rusia.

Ukraina dan Rusia juga mengatakan bahwa mereka masing-masing telah mengamankan pembebasan 115 tawanan perang dalam sebuah pertukaran.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya