Berita

Pilkada Serentak 2024/Ist

Publika

Taktik Menangkan Pilkada Mudah dan Murah

OLEH: JEJEP FALAHUL ALAM*
MINGGU, 25 AGUSTUS 2024 | 07:24 WIB

PENGALAMAN strategi dan taktik ini didapatkan penulis dari pengalaman mengikuti kajian, diskusi serta peliputan Pilkada selama tahun 2008-2018 bersama para politikus nasional dan lokal. 

Ilmu dan pengalaman ini  pula, didapatkan dari hasil kajian survei dan membaca berbagai literasi tentang pemenangan Pilkada.

Tapi tulisan ini pun bukan rujukan mutlak, tapi setidaknya dapat membantu memberikan langkah strategi dalam menggenggam kemenangan dengan cermat, murah, efektif dan efesien. Sebab strategi dan taktik yang terencana menjadi kunci utama menggapai kemenangan.


Ahli strategi perang legendaris Sun Tzu pernah berkata, jika Anda mengenal musuh dan mengenal diri sendiri, Anda tidak perlu takut akan hasil dari 100 pertempuran. Jika Anda mengenal diri sendiri tetapi tidak mengenal musuh, untuk setiap kemenangan yang diraih Anda juga akan menderita kekalahan. Jika Anda tidak mengenal musuh maupun diri sendiri, Anda akan menyerah dalam setiap pertempuran.

Maka dari itu, kemenangan itu tak hanya bergantung pada popularitas semata, namun juga harus ditopang faktor elektabilitas (tingkat kedisukaan). Pemahaman mendalam menjawab kebutuhan mendesak masyarakat dan dipertegas dengan membangun opini yang kuat dan mengakar, kemenangan di depan mata. 

Langkah awal yang harus dilakukan agar kemenangan dapat diraih dengan menganalisis situasi dan kondisi daerah secara komprehensif.

Riset mendalam tentang demografi, isu-isu lokal, serta tren pemilih di suatu kota dan kabupaten akan memberikan panduan yang jelas, dalam menyusun kampanye yang relevan dan tepat sasaran.

Selain itu pula, identifikasi kekuatan dan kelemahan kita dan rival politik yang akan menjadi lawan tanding, penting dilalukan guna merancang taktik yang efektif dan efisien. 

Memahami medan pertempuran politik akan memberikan keunggulan strategis bagi calon para kepala daerah yang kita jagokan.

Pembuatan visi dan misi yang jelas serta sesuai dengan harapan masyarakat pun, harus menjadi fondasi kuat dalam menarik dukungan dari masyarakat.

Program kerja yang relevan dan realistis, serta dapat diterima masyarakat, itu pun akan akan. menarik simpati rakyat untuk menjatuhkan pilihannya. Pemaparan visi misi juga harus mudah dipahami dan dapat diintegrasikan dengan kebutuhan nyata masyarakat.

Penggalangan dukungan juga menjadi aspek krusial dalam strategi ini. Dukungan dari tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan pemimpin komunitas memiliki pengaruh besar dalam membentuk opini publik.

Jalin komunikasi yang baik dengan mereka semua guna mendapatkan dukungan strategis yang meluas dari berbagai lapisan masyarakat.

Tak hanya itu, di era digital seperti sekarang ini wajib libatkan juga para influencer yang memiliki pengaruh besar di media sosial. Mereka diminta memperkuat dan menyebarkan pesan kampanye calon kepala daerah jagoan kita.

Membentuk dan melibatkan relawan dalam kampanye itu juga sangat penting. Relawan menjadi penggerak utama dalam menyebarkan pesan kampanye, baik secara langsung di lapangan maupun melalui media sosial.

Salah satu taktik praktis yang sangat efektif juga kampanye door-to-door calon kepala daerah. Kampanye ini langsung datang ke rumah-rumah pemilih, untuk membangun hubungan personal dan emosional dengan masyarakat.

Sentuhan langsung ini memberikan kesempatan mendengarkan keluhan dan harapan masyarakat secara langsung, sehingga pesan kampanye dapat lebih relevan karena sesuai kebutuhan masyarakat. Kader partai, relawan, dan masyarakat umum pun harus dilibatkan dalam taktik ini.

Pemanfaatan platform media mainstream dan media sosial juga menjadi langkah strategis dalam menjangkau berbagai segmen pemilih.

Membuat konten yang menarik dan inspiratif, seperti video, infografis, dan testimoni masyarakat dan lain-lain.

Pesan kampanye dapat lebih mudah diterima oleh masyarakat, terutama generasi milenial. Pendekatan yang kreatif dan relevan di media sosial juga akan meningkatkan daya tarik kampanye.

Menggelar acara pertemuan, diskusi, dan dialog terbuka dengan warga adalah cara efektif untuk mendengarkan aspirasi masyarakat serta memperkenalkan program kerja calon.

Pertemuan semacam ini juga dapat dimanfaatkan untuk menangkal isu-isu negatif yang mungkin beredar di masyarakat. Selain itu, kampanye berbasis isu menjadi taktik penting yang tidak boleh diabaikan.

Fokus pada isu-isu yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Majalengka, seperti sembako murah, beras gratis, lapangan pekerjaan, pupuk murah, kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur desa.

Tawarkan solusi konkret yang dapat dijalankan dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Mobilisasi pemilih juga menjadi elemen penting dalam strategi ini. 

Upaya untuk meningkatkan partisipasi pemilih, seperti melalui program penyuluhan tentang pentingnya hak pilih, akan memastikan bahwa suara masyarakat tersalurkan dengan baik.

Selain itu pula, sediakan informasi yang jelas mengenai pemilu serta tanggapan terhadap pertanyaan dan keluhan masyarakat. 

Pembentukan tim sukses yang terstruktur dan solid dari tingkat kabupaten hingga tingkat RT dan TPS juga menjadi kunci keberhasilan.

Relawan yang total bekerja maksimal akan memastikan kampanye berjalan dengan lancar dan kemenangan Pilkada di depan mata. Setiap tahapan kampanye, pengawasan, monitoring, dan evaluasi, itu harus dilakukan guna menyesuaikan strategi dan taktik dengan kondisi yang berkembang di lapangan.

Melalui penerapan strategi dan taktik yang cermat dan terstruktur ini, kandidat dapat membangun kepercayaan dan dukungan dari masyarakat Majalengka.

Kunci keberhasilan di Pilkada Serentak 2024 terletak pada kecerdasan dalam membangun persepsi publik dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Menyasar pemilih secara langsung, dengan pendekatan yang lebih mudah dan murah, terbukti jauh lebih efektif dibandingkan dengan praktik money politics yang mahal dan tidak menjamin kemenangan.

Semoga tulisan ini, setidaknya dapat  menambah wawasan pengetahuan bagi parpol maupun para relawan yang memperjuangkan jagoannya. Semoga!

*Penulis adalah Pengurus PWI Provinsi Jawa Barat mantan Ketua PWI Majalengka

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Tujuh Kader Baru Resmi Masuk PSI, Mayoritas Eks Nasdem

Sabtu, 31 Januari 2026 | 18:11

Penanganan Hukum Tragedi Pesta Pernikahan di Garut Harus Segera Dituntaskan

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:34

Kata Gus Yahya, Dukungan Board of Peace Sesuai Nilai dan Prinsip NU

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:02

Pertamina Bawa Pulang 1 Juta Barel Minyak Mentah dari Aljazair

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:29

Penegakan Hukum Tak Boleh Mengarah Kriminalisasi

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:11

Kementerian Imipas Diminta Investigasi Rutan Labuan Deli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:07

Ekonomi Indonesia 2026: Janji vs Fakta Daya Beli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:21

Gus Yahya: 100 Tahun NU Tak Pernah Berubah Semangat dan Idealismenya!

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:07

Australia Pantau Serius Perkembangan Penyebaran Virus Nipah

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:57

Mundur Massal Pimpinan OJK dan BEI, Ekonom Curiga Tekanan Berat di Pasar Modal

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:52

Selengkapnya