Berita

Aktivis HAM Usman Hamid menyampaikan orasi di depan massa pengunjuk rasa di depan gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Kamis (22/8)/RMOL

Politik

Di Bawah Pilar MK, Usman Hamid hingga Goenawan Mohamad Teriak Turunkan Jokowi

KAMIS, 22 AGUSTUS 2024 | 13:30 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Aksi demonstrasi yang digelar di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (22/8), menyerukan penurunan Joko Widodo dari jabatan Presiden Republik Indonesia. 

Terdapat ratusan massa yang mengikuti demonstrasi ini. Di antaranya terdapat beberapa tokoh kenamaan Indonesia seperti sastrawan Goenawan Mohamad, mantan Menteri Agama Lukman Hakim, juga aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) sekaligus Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia Usman Hamid. 

Selain itu, juga tampak selebriti yang baru saja cabut dari Partai Golongan Karya (Golkar) Wanda Hamidah, pakar hukum tata negara Zainal Arifin Mochtar, mantan Sekretaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu, Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Indonesia Ray Rangkuti, Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) Lucius Karus. 


Kemudian, juga hadir dosen politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun, mantan Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Wahidah Suaib, mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ilham Saputra, perwakilan aktivis '98 Antonius Danar, dan akademisi Universitas Indonesia Endah Nasution. 

Bahkan, peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Fadhil Ramadhani, pendiri lembaga survei SMRC Saiful Mujani, Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi, Direktur Eksekutif Lingkar Survei Indonesia (LSI) Jayadi Hanan, dan Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya ikut hadir di tengah massa pengunjuk rasa. 

Ratusan massa aksi tersebut beramai-ramai berbaris di tangga depan 9 pilar gedung MK, dan memegang bunga mawar merah, spanduk bertuliskan "Indonesia Darurat Demokrasi", " Kawal Putusan MK, Awas Pencoleng Demokrasi".

Selain itu, mereka juga menyanyikan lagu "kawal, kawal, kawal lah MK, kawal lah MK sekarang juga", dan "lawan, lawan, lawan dinasti, lawan dinasti sekarang juga" secara bersamaan. 

Setelah itu, koordinator lapangan aksi mempersilahkan aktivis HAM Usman Hamid untuk menyampaikan materi tuntutan aksi hari ini. 

Setelah panjang lebar menyampaikan tuntutannya, Usman membakar semangat massa aksi dengan meneriakkan suara perlawanan kepada rezim Jokowi, karena dianggap telah memanfaatkan hukum untuk mencapai kepentingan pribadi. 

Pasalnya, aksi yang digelar di depan Gedung MK siang ini merupakan buntut dari revisi UU 10/2016 tentang Pilkada oleh DPR, yang diduga sebagai bentuk pembangkangan terhadap putusan MK atas perkara uji materiil norma batas minimum usia calon kepala daerah yang potensi meloloskan putra bungsu Jokowi Kaesang Pangarep maju pada Pilkada Jawa Tengah, dan norma ambang batas (threshold) pencalonan kepala daerah. 

"Apakah ini akan kita biarkan?" tanya Usman disambut kata "tidak" dan "lawan" oleh massa aksi. 

"Hanya ada satu kata, lawan," tegas Usman bersama massa aksi. 

"Turunkan Jokowi!" seru Usman diikuti massa aksi termasuk para tokoh yang hadir.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Siapa di Balik Penyadapan Presiden Prabowo?

Kamis, 05 November 2026 | 06:29

Mengendus Pasal Makar

Kamis, 05 November 2026 | 06:14

DPRD Dukung Roadshow Pramono Anung ke 44 Kecamatan

Kamis, 05 November 2026 | 06:04

Mengenal Listyo Sigit, Eks Kapolri yang Jadi Raja Oknum

Kamis, 05 November 2026 | 05:57

Penyadapan Presiden Prabowo Bukan Kasus Biasa

Kamis, 05 November 2026 | 05:43

BPOM Buka Suara soal Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin

Kamis, 05 November 2026 | 05:10

Intelektualisme Pemuda Kunci Memperkuat Persatuan Bangsa

Kamis, 05 November 2026 | 04:44

Kasus Listyo Sigit Imbas Sistem UUD 2002 yang Memproduksi Kegaduhan

Kamis, 05 November 2026 | 04:26

PAM Jaya Raih Penghargaan Pembayar Pajak Terbesar di Jakpus

Kamis, 05 November 2026 | 04:22

MUI: Penyadapan Presiden Kategori Tajassus dan Berdosa

Kamis, 05 November 2026 | 04:08

Selengkapnya