Berita

Ilustrasi (Foto: Economictimes.com)

Bisnis

Wall Street dan Jokowi-Bahlil Sokong IHSG, Dolar AS Siap di Bawah Rp15.500

SELASA, 20 AGUSTUS 2024 | 15:14 WIB | OLEH: ADE MULYANA

Pertaruhan investor terhadap penurunan suku bunga oleh Bank Sentral AS, The Fed, terlihat masih mewarnai optimisme di bursa Wall Street. Positifnya indeks Wall Street dalam mengakhiri sesi perdagangan awal pekan memperlihatkan optimisme yang masih bertahan. Pantauan menunjukkan, seluruh indeks Wall Street yang menutup sesi dengan lonjakan signifikan.

Serangkaian laporan yang beredar menyebutkan, pelaku pasar yang masih bertaruh besaran penurunan suku bunga oleh The Fed pada pertemuan September mendatang akan berada di kisaran 0,25 persen. Dan keyakinan ini kemudian menghantarkan optimisme dengan melakukan aksi akumulasi dalam taraf signifikan.

Gerak indeks Wall Street akhirnya terangkat tajam, setelah pada sesi penutupan pekan lalu hanya beranjak naik tipis. Indeks DJIA melonjak 0,58 persen di 40.896,53, sedangkan Indeks S&P500 melambung 0,97 persen di 5.608,25, dan indeks Nasdaq melompat lebih tajam 1,39 persen di 17.876,77. Gerak melonjak Indeks kali ini kembali dominasi oleh sejumlah saham teknologi terkemuka, seperti: Advanced Micro Devices naik tajam 4,5 persen, NVIDIA melompat 4,3 persen, dan Dexcom melambung 4,1 persen.


Laporan dari jalannya sesi perdagangan after hours pada Selasa pagi ini waktu Indonesia Barat memperlihatkan, gerak Indeks Wall Street yang masih bertahan dengan terjebak di rentang sempit. Situasi ini akan menjadi bekal berharga bagi sesi perdagangan di Asia hari kedua pekan ini, Selasa 20 Agustus 2024. Di tengah minimnya sentimen agenda rilis data perekonomian, hijaunya Wall Street setidaknya akan menghambat potensi koreksi teknikal lebih jauh.

Pantauan terkini dari bursa saham utama Asia memperlihatkan, gerak indeks yang melonjak signifikan, usai runtuh di sesi perdagangan kemarin. Indeks Nikkei (Jepang) melompat 1,01 persen di 37.767,58, sedangkan indeks KOSPI (Korea Selatan) melonjak 0,99 persen di 2.700,76, dan indeks ASX200 (Australia) yang naik 0,44 persen di 8.015,8.


Pola tak berbeda diyakini akan menghampiri sesi perdagangan di Jakarta. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mampu menguat lumayan di sesi kemarin, kini masih bisa berharap untuk melanjutkan gerak naiknya. Pertaruhan investor global terhadap penurunan suku bunga oleh The Fed, akan menjadi latar penting bagi hijaunya IHSG hari ini.

Pelaku pasar di Jakarta juga kemungkinan masih akan mencermati sentimen domestik tambahan yang mungkin tidak terlalu berpengaruh. Agenda perpolitikan nasional menunjukkan, gelaran munas partai Golkar yang dihelat hari ini, di mana Menteri ESDM Bahlil, yang baru dilantik diperkirakan akan terpilih secara aklamasi untuk memimpin partai terbesar kedua itu.

Prospek positif IHSG dengan demikian sangat terbuka lebar, namun kembali diyakini akan cenderung berada di rentang terbatas. Prospek cerah juga diyakini akan terjadi di pasar uang Asia hari ini. Setelah Rupiah mampu menekuk Dolar AS secara signifikan pada sesi perdagangan kemarin, gerak menguat lebih lanjut diyakini akan terjadi.

Penguatan Rupiah hari ini terutama akan disokong oleh menguatnya secara seragam seluruh mata uang utama Dunia. Hingga sesi perdagangan Selasa pagi ini di Asia menunjukkan, mata uang Euro dan Poundsterling yang bersiap menembus level psikologis berikutnya usai melonjak tajam pada sesi perdagangan sebelumnya.

Euro tercatat semakin mendekati level 1,1100, sementara Poundsterling telah sangat dekat untuk kembali menembus level psikologis nya di kisaran 1,3000. Pantauan juga memperlihatkan, mata uang Dolar Australia yang telah semakin jauh meninggalkan level psikologis nya di kisaran 0,6700 hingga pagi ini di sesi perdagangan Asia.

Sementara penguatan Rupiah telah secara mengejutkan terjadi dalam rentang tajam di sesi perdagangan kemarin, bertahan positifnya pasar uang global akan membuat Rupiah terdorong untuk melanjutkan gerak penguatan.

Sangat mungkin Rupiah akan menjungkalkan Dolar AS di bawah kisaran Rp 15.500 dalam sesi perdagangan hari ini. Tiadanya sentimen dari agenda rilis data perekonomian terkini di tengah pertaruhan investor global terhadap penurunan suku bunga oleh The Fed, justru akan menjadi momentum bagi Rupiah untuk bergerak hijau.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Investor Diminta Wait and See, Pengamat Prediksi Banyak yang Ditangkap Imbas MSCI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:30

Serangan Houthi Ganggu Ajang Olahraga Saudi, Piala Asia Tetap Sesuai Jadwal

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:14

Putusan MK soal UU Peradilan Militer Momentum Akhiri Impunitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:06

Komisi III DPR Desak Pelaku Korupsi Dana Bencana Dihukum Maksimal!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:46

Daftar Negara Masuk Standalone Market MSCI, Ada 12 Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:34

Dihantam Ancaman MSCI, IHSG Terancam Anjlok ke 4.700 Pekan Depan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:24

Minyak Dunia Tembus 110 Dolar AS

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:07

Profil Hamenang Wajar Ismoyo, Bupati Klaten Tersangka Kasus Suap Audit BPK

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:53

Karhutla Meluas, Legislator Golkar Desak Evaluasi Pencegahan dan Penegakan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:52

BMKG Deteksi Sebaran Asap Karhutla hingga Jakarta dan Papua

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:39

Selengkapnya