Berita

Bahlil Lahadalia dan Joko Widodo dalam sebuah kesempatan/Net

Politik

Bukan Lagi Kader Golkar, Bukti Bahlil Boneka Jokowi

SENIN, 19 AGUSTUS 2024 | 20:14 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pengakuan Bahlil Lahadalia sudah bukan lagi kader Partai Golongan Karya (Golkar) saat ditugaskan menjadi Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dianggap sebagai salah satu bukti nyata dirinya merupakan orangnya Presiden Joko Widodo. 

Pengamat politik Citra Institute, Efriza memandang, pengakuan Bahlil yang disampaikan 5 tahun lalu itu kembali dibahas publik karena satu alasan, yakni mengenai pergantian Ketua Umum Golkar yang ditinggal Airlangga Hartarto. 

Menurutnya, wajar apabila publik mengungkap kembali pernyataan Bahlil bukan kader Golkar, karena santer dikabarkan dia merupakan calon tunggal Ketua Umum Golkar yang didorong Jokowi. 


"Jelas, pernyataan 2019 lalu yang ia (Bahlil) katakan dengan bangga sebagai politisi menjabat menteri karena pilihan Jokowi bukan dari kader Golkar, menunjukkan Bahlil adalah politisi binaan dari Presiden Jokowi. Bahasa sarkasnya, politisi boneka dari Istana, akan menjadi kepanjangan tangan Presiden Jokowi di Partai Golkar," ujar Efriza kepada RMOL, Senin (19/8). 

Dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Pamulang (Unpam) itu menduga, publik akan menilai Bahlil bukan sosok yang layak sebagai Ketum Golkar, karena punya hubungan politik dengan Jokowi. 

"Jelas saja publik merasa ada kaitannya pertemuan Bahlil dengan Jokowi dengan, akhirnya, kemunduran Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto," tuturnya. 

Lebih dari itu, Efriza juga meyakini persepsi negatif kepada Bahlil akan menguat terutama setelah pengunduran diri Airlangga Hartarto sebagai Ketum Golkar. 

"Dan publik juga meyakini keberhasilan Bahlil menggusur Airlangga sehingga ia memperoleh 'hadiah'," demikian Efriza. 

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya