Berita

Presiden Jokowi (kanan) berjabat tangan dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Senin 19 Agustus 2024 (Foto Antara)

Bisnis

Jokowi Copot Menteri PDIP, IHSG Sempat Merah

SENIN, 19 AGUSTUS 2024 | 16:49 WIB | OLEH: ADE MULYANA

Geliat saham-saham unggulan akhirnya turut terseret dalam ketidakpastian pada sesi perdagangan hari pertama pekan ini, Senin 19 Agustus 2024. Pelaku pasar terlihat masih berupaya mendapat suntikan sentimen di tengah lesunya gerak Indeks di bursa regional.

Sementara sesi perdagangan penutupan pekan lalu di Wall Street gagal memberikan arahan dengan hanya berakhir di zona kenaikan moderat, pelaku pasar akhirnya mengandalkan sentimen domestik yang ternyata juga minim atau bahkan tidak ada. Laporan dari sesi perdagangan di Bursa saham Jepang memperlihatkan, gerak indeks Nikkei yang mondar-mandir dari zona merah ke hijau dan kemudian berbalik ke zona penurunan. Indeks Nikkei kemudian menutup sesi dengan merosot tajam 1,77 persen dengan singgah di 37.388,62. Penurunan dalam taraf lebih moderat terjadi pada indeks KOSPI (Korea Selatan) yang terkoreksi 0,85 persen setelah berakhir di 2.674,36.

Pantauan menunjukkan, gerak turun indeks KOSPI yang lebih dilatari potensi teknikalnya usai mengalami lonjakan signifikan pada sesi perdagangan pekan lalu. Sementara keruntuhan indeks Nikkei didalangi rilis data permintaan permesinan Jepang yang secara mengejutkan mengalami penurunan sebesar 1,7 persen untuk bulan Juni lalu. Penurunan tersebut terpaut jauh dibanding ekspektasi pasar yang memperkirakan pertumbuhan sebesar 1,8 persen. Pelaku pasar akhirnya mengguyurkan aksi jual untuk meruntuhkan indeks Nikkei secara tajam.


Sementara dari bursa saham Australia, indeks ASX200 hanya mampu naik tipis 0,12 persen di 7.980,4 seiring dengan minim nya sentimen yang berkembang. Dengan situasi bursa regional yang sama sekali tidak memberikan arahan jelas, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya bergerak sesuai dengan perkiraan, terjebak dalam rentang sempit. Pantauan menunjukkan, gerak IHSG yang konsisten berada di rentang terbatas secara konsisten di sepanjang sesi perdagangan. IHSG terlihat berulangkali mencium zona merah namun selalu mampu beralih ke zona penguatan. Menjelang pertengahan sesi perdagangan sore, IHSG terlihat konsisten menginjak zona pelemahan moderat.

IHSG kemudian menutup sesi dengan naik moderat 0,47 persen di 7.466,8. Gerak naik lebih tinggi IHSG terlihat terjadi pada detik-detik menjelang sesi perdagangan ditutup. Pantauan lebih rinci memperlihatkan, gerak sejumlah saham unggulan yang masih mencoba bertahan hijau dalam rentang bervariasi, namun sebagian saham unggulan lain terperosok turun. Saham BMRI, BBCA, BBNI, SMGR ASII, PGAS tercatat mampu bertahan positif. Sedangkan saham unggulan lain seperti: BBRI,  TLKM, serta INDF dan UNVR terseret turun. Bervariasinya gerak saham unggulan tersebut mencerminkan gagalnya pelaku pasar mendapatkan arahan dari sentimen domestik, sekalipun tersedia kabar dari situasi perpolitikan nasional terkini.

Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, Presiden Jokowi akhirnya melakukan Reshuffle kabinetnya dua bulan menjelang lengser. Dua Menteri dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akhirnya dicopot. Situasi ini mengindikasikan kian panasnya relasi Jokowi dengan PDIP yang merupakan partai yang membesarkannya yang identik dengan warns merah.

Langkah Reshuffle oleh Jokowi kali ini selain menunjukkan betapa Jokowi kini sangat bertaring di hadapan partai yang membesarkannya, juga memperlihatkan betapa kian kukuhnya posisi Prabowo Subianto sebagai Presiden terpilih.

Betapapun, dinamika perpolitikan nasional gagal menghadirkan gerak tajam pada IHSG hari ini. IHSG terlihat hanya mondar-mandir antara zona hijau dan merah dalam rentang terbatas.

Dolar AS Tunduk di Rp15.500-an

Kabar mengejutkan datang dari pasar uang, di mana nilai tukar Rupiah mampu membukukan lonjakan tajam. Pantauan menunjukkan, gerak menguat Rupiah yang seiring dengan peralihan yang terjadi di pasar global. Seluruh mata uang utama Dunia terlihat melonjak signifikan hingga sesi perdagangan sore ini di Asia. Mata uang Euro terpantau semakin meninggalkan level psikologis nya di kisaran 1,1000 untuk kini menatap level psikologis berikutnya di 1,1100. Sedangkan mata uang Poundsterling mulai mengintai level psikologis berikutnya di kisaran 1,3000.

Situasi ini kemudian menjalar pada mata uang Asia, di mana mata uang Baht Thailand memimpin penguatan setelah melambung curam 1,3 persen dan diikuti Ringgit Malaysia yang melompat 1,17 persen. Rupiah akhirnya turut terangkat untuk melonjak tajam. Hingga ulasan Ini disunting, Rupiah tercatat melompat tajam 0,85 persen di Rp15.550 per Dolar AS.

Secara keseluruhan, pelaku pasar terlihat mencoba bertaruh pada sentimen pernyataan Bank Sentral AS, The Fed, yang akan merilis pernyataan pentingnya pada Kamis dini hari jam 01.00 waktu Indonesia Barat. Pelaku pasar mencoba mengantisipasi pernyataan lebih jelas terkait penurunan suku bunga.

Namun tinjauan teknikal terkini tim riset RMOL menunjukkan, gerak menguat seluruh mata uang dunia kali ini cukup rentan untuk segera berbalik. Hal Ini terutama dilihat dari indikator sentimen spekulatif indeks yang memperlihatkan sinyal bullish yang belum meyakinkan di hampir seluruh mata uang utama dunia. Sinyal bullish yang terdeteksi masih belum cukup solid atau meyakinkan. Gerak balik pelemahan, terutama pada mata uang utama dunia seperti Euro, Pound, Dolar Australia dan Dolar Kanada, oleh karenanya sangat mungkin terjadi dalam kurun waktu kurang dari 72 jam atau bahkan kurang dari 24 jam.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Ijazah Gibran cuma Berdasarkan Surat Keterangan Penyetaraan

Kamis, 24 September 2026 | 04:29

Marselino Ferdinan Resmi Gabung Persija

Kamis, 24 September 2026 | 04:13

Pemerintah Utamakan Pembinaan Bukan Tindakan Hukum soal Wajib Halal

Kamis, 24 September 2026 | 04:00

Muktamar NU Tercoreng Dugaan Duit RP480 Miliar

Kamis, 24 September 2026 | 03:38

Rano Karno Bidik Jakarta Jadi Kota Sinema

Kamis, 24 September 2026 | 03:28

Industri Percetakan Jadi Pilar Ekonomi Kreatif Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 03:12

Ternyata KPU Tak Verifikasi Ijazah Gibran

Kamis, 24 September 2026 | 02:54

Kevin Diks Resmi Kapten Timnas Garuda

Kamis, 24 September 2026 | 02:31

Peran Negara terhadap Transformasi Teknologi Digital dan Amputasi Data

Kamis, 24 September 2026 | 02:14

Indonesia Tambah Lima Perunggu di Asian Games 2026

Kamis, 24 September 2026 | 01:31

Selengkapnya