Berita

Ketua DPD PKS Karanganyar Anwar Susilo (kiri) dan Darwanto Sekretaris PKS sekaligus Jubir Koalisi Kebersamaan/RMOLJateng

Politik

Pilkada Karanganyar 2024

Ini Penyebab Koalisi Kebersamaan Belum Tentukan Sikap

MINGGU, 18 AGUSTUS 2024 | 03:32 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Koalisi Kebersamaan yang terdiri dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan, dan Partai Gerindra belum kunjung mengambil keputusan siapa calon yang bakal diusung dalam Pilkada Karanganyar mendatang.

Gabungan partai pengusung itu mengaku belum bisa bersikap lantaran terganjal beberapa situasi politik nasional yang tengah dihadapi PKB, PAN, dan terbaru Partai Golkar.

Meski begitu, Sekretaris PKS Karanganyar, Darwanto yang juga Jurubicara Koalisi Kebersamaan tak sepakat jika koalisi beberapa partai itu dianggap masih jalan di tempat. 


Menurutnya Koalisi yang nantinya disiapkan untuk bertarung di Pemilu 2024 itu ingin gegabah dan terburu-buru memutuskan siapa nanti sosok yang layak diusung sebagai bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati.

"Kita tidak mau gegabah dalam menentukan (calon) kita melihat dulu dinamika yang terjadi saat ini," jelas Darwanto, dikutip RMOLJateng, Sabtu (17/8)

Salah satu pertimbangan belum 'membuka' nama-nama yang akan muncul dalam pilkada bukan berarti mereka belum mengantongi nama calon. 

Mereka sudah mengantongi sejumlah nama, namun mengingat dinamika politik yang terjadi saat ini. 

"Yang mana dinamika politik yang terjadi,  baik di tingkat nasional dan provinsi sangat berpengaruh juga di daerah," terangnya. 

Seperti kondisi politik nasional saat ini,  Partai Golkar akan menggelar Munaslub, PAN akan menggelar Kongres termasuk juga PKB  akan menggelar Muktamar pada bulan Agustus ini.

"Jadi semua masih menunggu,” lanjutnya.

Ketua Partai Keadilan Sejahtera Anwar Susilo mengatakan komunikasi di luar partai Koalisi seperti dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Golkar  juga masih terbuka dan berjalan baik. 

"Komunikasi dengan PDIP masih intens, termasuk juga dengan Golkar," pungkas Anwar.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

KPK Terbitkan Sprindik Baru Terkait TPPU Wali Kota Madiun Maidi

Rabu, 23 September 2026 | 18:27

Pemerintah Sediakan Pendidikan Gratis Mulai TK hingga SMA Lewat Dana BOS

Rabu, 23 September 2026 | 18:19

IHSG-Rupiah Kompak Parkir di Zona Hijau Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 23 September 2026 | 17:58

Beli Tiket MotoGP Indonesia 2026 via wondr by BNI Diskon hingga Rp300 Ribu

Rabu, 23 September 2026 | 17:41

Anggota DPRD Hingga Petinggi LSM Diperiksa KPK dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 23 September 2026 | 17:38

Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Gratiskan Kuliah di PTN

Rabu, 23 September 2026 | 17:34

Bos BI Ungkap Investasi Asing Masuk RI Rp7,1Triliun, Ditopang SBN

Rabu, 23 September 2026 | 17:18

Legislator Nasdem Dorong Pembenahan Pelayaran, Belajar dari Kereta Api

Rabu, 23 September 2026 | 17:09

Pemerintah Bisa Lebih Repot Bila Daya Beli Kelas Menengah Terus Tertekan

Rabu, 23 September 2026 | 17:01

Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih Dipadamkan

Rabu, 23 September 2026 | 16:52

Selengkapnya