Berita

Pendukung Republik Turkistan Timur dalam salah satu aksi.

Dunia

Pemerintah Turkistan Timur Minta Masyarakat Dunia Intervensi Pelanggaran HAM Tiongkok

SABTU, 17 AGUSTUS 2024 | 22:27 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Pemerintah Turkistan Timur di Pengasingan (ETGE) meminta masyarakat global mengintervensi pelanggaran hak asasi manusia yang sedang berlangsung terhadap komunitas Uighur di Xinjiang, Tiongkok.

ETGE yang mewakili kepentingan masyarakat Uighur, Kazakh, Kirgistan, dan masyarakat Turki lainnya di Turkistan Timur mengecam apa yang digambarkannya sebagai "kampanye genosida dan penjajahan sistematis" oleh pemerintah Tiongkok.

Dalam sebuah pernyataan yang diunggah di platform media sosial X, ETGE  menyoroti sebuah laporan dari Kantor Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR), tertanggal 31 Agustus 2022. Laporan tersebut merinci pelanggaran hak asasi manusia berat yang dilakukan oleh Tiongkok, termasuk kerja paksa, penahanan massal, sterilisasi paksa, pemisahan keluarga secara paksa, dan kekejaman lainnya.


ETGE menekankan bahwa kejahatan ini bukanlah insiden yang terisolasi tetapi merupakan bagian dari kampanye yang lebih luas yang bertujuan untuk memberantas identitas dan keberadaan masyarakat Turki di wilayah tersebut.

Mereka berpendapat bahwa kebijakan Tiongkok didorong oleh diskriminasi rasial dan agama yang mengakar, dan mereka mengkritik masyarakat internasional, khususnya Perserikatan Bangsa-Bangsa, karena gagal mengambil tindakan tegas.

Pernyataan tersebut menyerukan kepada Kepala Hak Asasi Manusia PBB, Volker Turk, dan negara-negara anggota PBB untuk memprioritaskan "Genosida Uighur" dalam agenda Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB. Pernyataan tersebut juga mendesak dukungan untuk upaya hukum guna meminta pertanggungjawaban pejabat Tiongkok melalui Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).

“Kami, Pemerintah Turkistan Timur di Pengasingan, menuntut agar Kepala @UNHumanRights @Volker_Turk mengambil tindakan segera dan tanpa kompromi untuk mengatasi krisis kemanusiaan yang meningkat ini. Kami menyerukan kepada Negara Anggota PBB untuk mengangkat #GenosidaUighur ke puncak agenda Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB,” tulis  ETGE dalam sebuah posting di X.

“Lebih jauh, kami mendesak masyarakat global untuk mendukung upaya hukum Turkistan Timur untuk memperoleh keadilan dan akuntabilitas dengan menuntut Pengadilan Kriminal Internasional (@IntlCrimCourt) untuk memulai penyelidikan dan penuntutan terhadap pejabat Tiongkok yang bertanggung jawab atas kejahatan keji ini,” tambah keterangan itu.

ETGE  lebih lanjut berpendapat bahwa pemulihan kemerdekaan Turkistan Timur bukan hanya masalah regional tetapi juga keharusan global.

Mereka juga menarik persamaan dengan pengakuan negara Palestina dan menegaskan bahwa rakyat Turkistan Timur, yang mendeklarasikan kemerdekaan dua kali pada abad ke-20 sebelum digulingkan secara paksa oleh Republik Rakyat Tiongkok, berhak mendapatkan pengakuan dan dukungan serupa.

Pernyataan tersebut diakhiri dengan seruan untuk tindakan segera dan kolektif dari pemerintah, organisasi, dan individu di seluruh dunia untuk berdiri dalam solidaritas dengan rakyat Turkistan Timur dalam perjuangan mereka untuk keadilan dan kebebasan.

“Dunia tidak boleh lagi berdiam diri. Saatnya untuk tindakan tegas dan kolektif adalah sekarang. Kami menyerukan kepada setiap pemerintah, organisasi, dan individu untuk berdiri bersama kami dalam perjuangan kami untuk keadilan, kebebasan, dan pelestarian rakyat kami,” demikian pernyataan tersebut.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Proses Hukum Febrie Adriansyah Harus Bebas dari Intervensi Politik

Senin, 13 Juli 2026 | 06:23

Tentara Salib Eropa dalam Penjarahan Konstantinopel 1204

Senin, 13 Juli 2026 | 06:05

PT Japfa Comfeed di Cengkareng Terbakar

Senin, 13 Juli 2026 | 06:03

Timnas Inggris Tak Pernah Masuk Daftar Lawan Lionel Messi

Senin, 13 Juli 2026 | 05:32

Ivan Gunawan Harap Pemerintah Bantu Pembangunan 99 Masjid

Senin, 13 Juli 2026 | 05:23

Mengungkap Skandal Pemerasan Bu Etik

Senin, 13 Juli 2026 | 05:09

Ketahuan, Amplop Baru Dikembalikan?

Senin, 13 Juli 2026 | 05:03

MBG dan KDMP Manifestasi Nyata Pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945

Senin, 13 Juli 2026 | 04:36

Mundurnya Febrie Adriansyah Jadi Pesan Politik Antikorupsi Pemerintahan Prabowo

Senin, 13 Juli 2026 | 04:05

Waspada! Ada Kompromi Kasus Ijazah Jokowi Disetop

Senin, 13 Juli 2026 | 04:02

Selengkapnya