Berita

Anggota Komisi III DPR Fraksi PDIP, I Wayan Sudirta/RMOL

Politik

Pidato Jokowi Terlalu Cetek dan Normatif

JUMAT, 16 AGUSTUS 2024 | 14:28 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Sidang Tahunan MPR dinilai terlalu normatif dan kurang lugas. 

Anggota Komisi III DPR Fraksi PDIP, I Wayan Sudirta berujar, pidato terakhir Jokowi di sidang tahunan ini tidak secara tegas membahas isu krusial, seperti utang luar negeri.

Selain utang luar negeri, masalah penting lain yang tidak disinggung adalah sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya alam (SDA).


“Yang saya tangkap pidato Pak Jokowi tidak terlalu lugas. Materi pidatonya juga terlalu irit, bahkan masalah hukum pun yang disinggung hanya soal-soal normatif,” kata Wayan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8).

Wayan menyayangkan fokus pidato Jokowi hanya menyoroti isu-isu dasar tanpa memberikan penjelasan memadai.

Padahal, ada banyak ketidakadilan hukum yang terjadi di Indonesia, di mana kelompok yang dekat dengan kekuasaan lebih mendapat perlakuan istimewa, sementara kelompok lain seringkali dicari kesalahannya.

“Sebenarnya yang kami tunggu sekarang ini kan penjelasan mengenai masalah persatuan, demokrasi, keadilan sosial. Masalah-masalah yang berkaitan dengan hukum yang disorot sebagai politisasi hukum,” katanya.

Menurut Wayan, Jokowi seharusnya memberikan penekanan lebih pada isu persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial. 

“Paling tidak kita berharap mendapat pemahaman dan keyakinan bahwa ke depan, persatuan lebih terjaga. Demokrasi lebih terjaga. Hak-hak rakyat tidak dikebiri dengan kotak kosong, tapi yang kita tangkap itu tidak memadai,” tuturnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya