Berita

Komunikolog politik dan hukum nasional, Tamil Selvan alias Kang Tamil/Istimewa

Politik

Gibran Bakal Didapuk jadi Ketum Partai Golkar?

SELASA, 13 AGUSTUS 2024 | 00:41 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Wakil Presiden terpilih periode 2024-2029, Gibran Rakabuming Raka, diprediksi akan didapuk menjadi Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar menggantikan Airlangga Hartarto yang mengundurkan diri beberapa hari lalu.

Komunikolog politik dan hukum nasional, Tamil Selvan alias Kang Tamil berpandangan, sejak 5 tahun lalu dirinya sudah memprediksi bahwa posisi Ketum Golkar akan dijabat oleh Joko Widodo.

"Kenapa? Karena Jokowi perlu memastikan bahwa dirinya masih memiliki kekuatan politik, dan itu hanya mumpuni jika dia mengemban jabatan sebagai Ketua Umum Golkar," kata Kang Tamil kepada RMOL, Senin (12/8).


Dugaan ini makin kuat, lanjut Kang Tamil, kalau menelaah dari apa yang disampaikan Airlangga, di mana terlihat jelas bahwa keputusan pengunduran diri diambil karena adanya tekanan-tekanan.

"Nah secara harfiah kita bisa menilai bahwa tekanan-tekanan itu tentu tekanan-tekanan perebutan kursi ketua umum di tubuh Golkar," terang Kang Tamil.

Apalagi, kata dosen di Universitas Dian Nusantara ini, diksi yang digunakan Airlangga adalah demi menjaga keutuhan Golkar. Artinya, ada desakan-desakan tertentu, baik dari internal maupun eksternal Golkar, Di mana ketika tekanan itu tidak dituruti, berpotensi memporakporandakan Golkar sebagai partai besar yang sudah cukup matang dan lama.

"Ini menjadi titik balik, dan tentunya menjadi pertanyaan besar bagi kita. Apakah Jokowi yang akan menjadi Ketua Umum Golkar? Atau sebaliknya, Gibran Rakabuming Raka yang akan menjadi Ketua Umum Golkar? Seperti yang saya sampaikan kira-kira satu tahun yang lalu," tutur Kang Tamil.

Jika melihat adanya tarik ulur dari internal maupun eksternal Golkar, menurut Kang Tamil, tersirat dari ucapan Airlangga bahwa besar kemungkinan yang akan didapuk sebagai Ketum Golkar adalah Gibran.

"Besar kemungkinan yang akan didapuk sebagai Ketua Umum adalah Gibran. Terlepas dari syarat AD/ART di Partai Golkar yang mengharuskan ketua umum harus menjadi pengurus terlebih dahulu," jelas Kang Tamil.

Karena jika Jokowi yang akan didapuk sebagai Ketum Golkar, maka tidak akan terjadi tarik ulur yang berarti.

"Namun, ketika itu Gibran, maka tentu dari sisi usia, dari sisi kematangan, tentu ini menjadi poin minus. Tapi, dari sisi Gibran sebagai wakil presiden, tentu ini adalah poin plus, dan anaknya Jokowi ini poin plus ya," pungkas Kang Tamil.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Menkeu Baru Angkat Bicara Soal Perombakan Pejabat Bea Cukai dan Dirjen Pajak

Senin, 14 September 2026 | 17:28

UPDATE

Dina Sulaeman: Sikap Prabowo Beri Pesan Diplomatik Kuat untuk Palestina

Minggu, 20 September 2026 | 09:51

Ekonom Ungkap Skema Pendidikan Gratis PTN Tanpa Menguras APBN

Minggu, 20 September 2026 | 09:43

Prabowo Berencana Produksi Bensin dari Batu Bara

Minggu, 20 September 2026 | 08:56

Humanika: Jangan Jatuhkan Prabowo Sebelum Lima Tahun

Minggu, 20 September 2026 | 08:49

Sesuai Ambisi Prabowo, Kampus Negeri Jangan Cari Duit dari Mahasiswa Lagi

Minggu, 20 September 2026 | 08:22

Dubes Palestina Ungkap Momen Emosional Saat Peluk Prabowo di Gontor

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Ekonom: Prabowo Tinggal Lanjutkan Pendidikan Gratis dari SBY

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Keretakan Peradaban

Minggu, 20 September 2026 | 07:38

Wadanyon OPM Kodap 35 Bintang Timur Yahukimo Diringkus TNI

Minggu, 20 September 2026 | 06:46

DPD Tawarkan Solusi Netral Fiskal Demi Ekonomi Berlari Kencang

Minggu, 20 September 2026 | 06:19

Selengkapnya