Berita

Ketua DPW Partai Nasdem Jabar, Saan Mustopa/RMOLJabar

Politik

Nasdem Jabar Tolak Politik Transaksional

SENIN, 12 AGUSTUS 2024 | 05:12 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

DPW Partai Nasdem Jabar memastikan form B.1-KWK untuk maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) hanya diberikan kepada kandidat atau figur terbaik.

Ketua DPW Partai Nasdem Jabar, Saan Mustopa mengatakan, kontestasi pilkada dimanfaatkan partainya untuk mencari putra-putri terbaik bangsa yang dianggap mampu memimpin daerahnya masing-masing.

"Nasdem memiliki keyakinan melahirkan putra-putri daerah terbaik, maka masyarakat di daerah itu akan mendapatkan manfaat dari kepala daerah yang dilahirkan oleh Partai Nasdem," tegas Kang Saan, dikutip RMOLJabar, Minggu (11/8).


Lanjut Kang Saan, sapaan akrabnya, Nasdem akan dianggap keliru jika salah melahirkan kepala daerah yang tidak memiliki keberpihakan kepada rakyat, kemauan membuat daerahnya lebih maju, termasuk mensejahterakan masyarakat.

"Maka masyarakatnya akan mendapatkan dampak dari lahirnya dari kepala daerah yang tidak baik maka masyarakatnya menjadi menderita," terangnya.

Demi terwujudnya pemerintahan sehat melalui kepala daerah yang baik, Saan menyatakan, Nasdem selalu berkomitmen melahirkan putra-putri terbaik supaya masyarakat mendapatkan kebaikan.

"Maka proses lahirnya kepala daerah itu juga harus baik. Enggak mungkin kita melahirkan kepala daerah yang baik jika prosesnya tidak baik," ucapnya.

Proses yang tidak baik, dijelaskan Kang Saan, diakibatkan transaksi politik.

"Apakah itu dalam bentuk materi dijualbelikan untuk mendapatkan jabatan, ataukah itu dipertukarkan untuk mendapatkan pekerjaan? Enggak mungkin melahirkan kepala daerah yang baik kalau prosesnya seperti itu yang transaksional demi kepentingan sesaat," tegas Kang Saan.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Bahaya Tersembunyi Kerikil di Ban Mobil dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:15

PKS: Pemerintah harus Segera Tetapkan Aturan Pembatasan BBM Bersubsidi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:14

Mengupas Bahaya Air Keras Menyusul Kasus Penyerangan Aktivis KontraS di Jakarta

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:52

Kemenhaj Tegaskan Komitmen Haji Inklusif bagi Lansia dan Disabilitas

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:47

Qatar Kutuk Serangan Brutal Israel di Lebanon

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Tembus 103 Dolar AS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:10

AS Kirim Ribuan Marinir ke Timur Tengah, Iran Terancam Invasi Darat

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:41

Wall Street Rontok Menatap Kemungkinan Inflasi Global

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:23

Transformasi Kinerja BUKA: Dari Rugi Menjadi Laba Rp3,14 Triliun di 2025

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:08

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Selengkapnya