Berita

Momen makan bersama Ridwan Kamil dan Anies Baswedan/Ist

Politik

RK Potensi Tekuk Anies Asal Endorsement KIM Kuat

KAMIS, 08 AGUSTUS 2024 | 10:34 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Petahana Anies Baswedan diperkirakan akan bertekuk lutut melawan Ridwan Kamil yang akan diusung Koalisi Indonesia Maju (KIM).

Direktur Eksekutif Sentral Politika, Subiran Paridamos menilai, Ridwan Kamil akan menjadi lawan kuat Anies jika memang dapat mencalonkan di Pilkada Jakarta.

"Fakta politiknya, RK memang satu-satunya lawan sepadan Anies di Pilgub Jakarta selain Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok," kata Biran, sapaan  Subiran Paridamos kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Kamis (8/8).


Menurutnya, elektabilitas Ridwan Kamil yang saat ini masih di bawah Anies bukan berarti menutup kemungkinan  memenangkan kontestasi.

"Walupun elektabilitasnya per hari ini masih di bawah Anies Baswedan, tetapi ketika RK solid diusung partai-partai KIM, maka elektabilitasnya perlahan juga pasti melonjak naik dan potensi memenangkan pertarungan," kata Biran.

Beberapa indikator yang akan membuat elektabilitas mantan Gubernur Jawa Barat melonjak di Jakarta, salah satunya dari kemampuannya dalam berpolitik dan karakter komunikasinya yang khas.

"RK memiliki semua kapasitas yang dimiliki Anies. Mulai dari intelektualitas, integritas, moralitas, hingga elektabilitas. Retorika dan pola komunikasi politik RK juga bisa mengimbangi Anies Baswedan yang selama ini dikultuskan cerdas retorika dan penguasaan narasi isu," kata Biran.

Yang terpenting, menurut magister ilmu komunikasi politik lulusan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) itu adalah endorsement dari partai-partai KIM.

"Jika RK benar solid diusung KIM di Pilgub Jakarta, maka ini tentu akan menjadi pertarungan dahsyat di Jakarta," kata Biran.

"Artinya Anies tidak akan mudah memenangkan pertarungan, dan mungkin saja bisa tumbang di tangan RK," demikian Biran.


Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya