Berita

Ilustrasi Foto/Net

Nusantara

IKN Simbol Identitas Nusantara dan Kemajuan Ekonomi Daerah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2024 | 04:19 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Upacara peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-79 pada 17 Agustus 2024 akan dilaksanakan di Ibukota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur.

Pelaksanaan upacara tersebut bagi Direktur Eksekutif Human Studies Institute (HSI), Rasminto menandai langkah penting proses pemindahan ibukota negara.

"Upacara ini akan menandai langkah penting dalam pemindahan pusat pemerintahan dari Jakarta ke Ibukota Nusantara, Kalimantan Timur," kata Rasminto dalam keterangan tertulis kepada redaksi, Rabu (7/8).


"IKN Nusantara bukan hanya simbol kebangkitan bangsa, tetapi juga mercusuar harapan dan kemajuan ekonomi Indonesia," tambahnya.

Bagi Rasminto, Upacara Hari Kemerdekaan di IKN ini juga merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk memperkuat identitas nasional.

"Upacara di IKN merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk memperkuat identitas nasional dan mempromosikan semangat persatuan di seluruh negeri," jelas dia.

Pakar Geografi Manusia Universitas Islam 45 (Unisma) ini berharap, acara ini akan menarik perhatian dunia internasional.

"Harapan kita upacara Hari Kemerdekaan di IKN sebagai upacara sakral bangsa Indonesia yang merayakan rasa syukur kemerdekaannya memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukkan prestasi dan rencana masa depannya pada dunia internasional," ungkapnya.

Dia pun menilai, keberadaan IKN sudah berdampak pada ekonomi daerah.

"Dampak IKN Nusantara sudah terlihat, terutama di sektor pariwisata dan perhotelan. Data Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim mencatat peningkatan kunjungan wisatawan sebesar 30-40 persen dalam beberapa bulan terakhir, dengan kenaikan hingga 40 persen pada April 2024", jelasnya.

Namun, Rasminto menyarankan agar para stakeholder terkait lebih cermat dalam menghadapi tantangan pembangunan IKN.

"IKN Nusantara menghadapi tantangan geografis yang kompleks, termasuk lahan berbukit, lahan gambut, sungai, dan rawa. Tantangan klimatologi seperti curah hujan tinggi dan potensi cuaca ekstrem juga perlu diatasi, selain itu tantangan geopolitik juga patut dicermati dengan bijak," imbuh dia .

Anggota Pusdik Wasbang Provinsi DKJ ini sangat optimis bahwa pembangunan IKN dapat mendorong pemerataan pembangunan ke wilayah-wilayah lain di Indonesia.

"Sebab, pembangunan IKN menunjukan fokus pembangunan atas masalah infrastructure gap, semakin kecil gapnya, semakin besar peluang mempercepat pembangunan infrastruktur nasional," pungkasnya.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya