Berita

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono (kiri), bersama Wakil Menteri Pertanian dan Pengembangan Pedesaan Vietnam, Phung Duc Tien (tengah), dan Duta Besar Vietnam untuk Indonesia, Ta Van Thong (kanan), melakukan pertemuan membahas progres kerjasama perikanan, khususnya budidaya lobster di Bali, Senin (5/8)/Ist

Bisnis

Indonesia-Vietnam Kian Mesra Bangun Budidaya Perikanan

SELASA, 06 AGUSTUS 2024 | 23:15 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan perluas kerja sama budidaya perikanan dengan Vietnam.  Setelah sukses di bidang budidaya lobster, kerja sama akan dilanjutkan ke budidaya tuna dan rumput laut.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, kerja sama budidaya perikanan lobster dengan Vietnam telah diimplementasikan di Jembrana, Bali.

Hingga saat ini, budidaya lobster masih berlangsung pada tahap pemeliharaan selama tiga bulan.


Sistem budidaya lobster di Jembrana dilaksanakan dengan mengadopsi teknik yang diterapkan di Vietnam berupa penggunaan kerangkeng dan pemeliharaan pada kedalaman 15 hingga 20 meter. 

Kemudian tata cara perlakuan penanganan benih bening lobster, penyegaran kembali, seleksi dan kontrol kualitas benih bening lobster dari nelayan di Instalasi Karantina Ikan sebelum ditransportasikan lagi pada unit budidaya.

“Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan Kementerian Pertanian dan Pengembangan Pedesaan Vietnam atas kerja sama pengembangan perikanan di Indonesia, khususnya komoditas lobster,” kata Menteri Trenggono saat bertemu dengan Wakil Menteri Pertanian dan Pengembangan Pedesaan Vietnam, Phung Duc Tien, di Bali dalam keterangan yang diterima redaksi, Selasa (6/8).

Trenggono menjelaskan, beberapa kemajuan budidaya telah dilaksanakan bersama, di antaranya transfer teknologi manajemen budidaya lobster melalui pengembangan standar prosedur operasional pemeliharaan lobster yang diterapkan di Vietnam dan diadopsi di Indonesia.

“Berbagai hal tersebut, diharapkan dapat mengurangi nilai risiko kematian dan meningkatkan kelangsungan hidup lobster yang dibudidayakan,” ujarnya.

Dengan kerja sama yang terbilang sukses dilaksanakan ini,  Trenggono mengajak Vietnam agar mengembangkan kerja samanya dalam komoditas budidaya tuna dan rumput laut.

“Saya mengundang investor Vietnam untuk investasi tuna dan rumput laut di Indonesia,” ungkapnya.

Wakil Menteri Pertanian dan Pengembangan Pedesaan Vietnam, Phung Duc Tien menyatakan siap untuk mengimplementasikan kerjasama budidaya perikanan di komoditas tuna dan rumput laut dengan penandatangan perjanjian kerja sama.

Menurut Phung, Indonesia memiliki potensi yang besar dalam produk budidaya perikanan tuna dan rumput laut.

“Kami akan siapkan draft kerja sama untuk pengembangan budidaya tuna dan rumput laut,” pungkasnya.

Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

Jokowi Sangat Menghindari Pembuktian Ijazah di Pengadilan

Kamis, 19 Februari 2026 | 12:59

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Paling Rumit kalau Ijazah Palsu Dipaksakan Asli

Jumat, 27 Februari 2026 | 02:00

UPDATE

Kasus Blueray Diduga Puncak Gunung Es Skandal Bea Cukai

Minggu, 01 Maret 2026 | 21:58

Atasi Masalah Sampah dan Parkir, Pansus Matangkan Raperda Pasar Rakyat ?

Minggu, 01 Maret 2026 | 21:57

Sekjen Gelora: Gugurnya Khamenei Peringatan Keras bagi Dunia

Minggu, 01 Maret 2026 | 21:07

Alarm Bagi Pekerja, Ini Daerah Rawan Telat Pembayaran THR

Minggu, 01 Maret 2026 | 20:57

9 Pendukung Iran Tewas Ditembak saat Menerobos Konsulat AS di Pakistan

Minggu, 01 Maret 2026 | 20:43

Para Petinggi PSI di Sumsel Loncat ke PDIP

Minggu, 01 Maret 2026 | 20:20

PKB Dukung Niat Baik Prabowo jadi Juru Damai Iran-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 19:54

AS Ikut Israel Serang Iran, Al Araf: Indonesia Seharusnya Mundur dari BoP

Minggu, 01 Maret 2026 | 19:19

Sukabumi Terjangkit 54 Kasus Demam Berdarah Sepanjang Januari 2026

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:59

KPK Ultimatum Salisa Asmoaji

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:33

Selengkapnya