Berita

Yohanes Gama Marchal Lau saat menerima beasiswa dari Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto tahun 2018 silam/Ist

Nusantara

Jokowi Tidak Sakti, Joni Enggak Bisa Masuk TNI

SENIN, 05 AGUSTUS 2024 | 18:26 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Anak laki-laki pemanjat tiang bendera di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Yohanes Gama Marchal Lau kembali viral setelah gagal masuk TNI.

Anak NTT yang akrab disapa Joni ini sebelumnya menggegerkan publik Tanah Air karena nekat memanjat tiang bendera untuk memperbaiki bendera Merah Putih yang tersangkut saat upacara HUT ke-73 RI lapangan Pantai Motaain, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, NTT.

Aksi heroik ini pun menyedot perhatian Presiden Joko Widodo hingga memanggil Joni ke Istana Negara pada 30 Agustus 2018. Saat itu, Joni menyampaikan cita-citanya kepada Presiden untuk bisa menjadi tentara.


Sontak, Presiden Jokowi pun merespons positif cita-cita anak berusia 14 tahun itu yang duduk di bangku kelas 1 SMP Negeri Silawan.

"Ingin jadi tentara? Ya sudah nanti langsung daftar ke Panglima (TNI). Langsung diterima kamu, sudah," tegas Presiden Jokowi kala itu.

Janji Presiden Jokowi ini pun kembali ramai dibahas publik lantara kini, Joni justru dinyatakan tidak lolos tes masuk TNI AD.

Joni dinyatakan tidak lolos seleksi awal di Ajenrem 1604/Wirasakti Kupang.

Meski sudah "dititipkan" Presiden Jokowi, TNI tetap menyeleksi Joni sesuai dengan syarat penerimaan Taruna Akademi TNI tahun 2024.

Dikutip dari laman web resmi rekrutmen TNI, ada 19 syarat yang harus dipenuhi calon taruna, salah satunya soal tinggi badan minimal 163 Cm dengan berat badan seimbang.

Syarat inilah yang tidak meloloskan Joni dalam seleksi awal di Ajenrem 1604/Wirasakti Kupang. Joni diketahui hanya mempunyai tinggi badan 157 cm.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya