Berita

Ketua Presidium JARI '98, Willy Prakarsa (tengah)/Ist

Hukum

Aktivis: Secara Yuridis Kasus Vina Selesai, Kalau Film itu 89 Persen Fiksi

SENIN, 05 AGUSTUS 2024 | 17:54 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Film Vina: Sebelum 7 Hari yang mengadaptasi kasus pembunuhan Vina dan Eki Cirebon mayoritas berisi cerita fiksi.

Hal ini ditegaskan Ketua Presidium JARI '98, Willy Prakarsa setelah menonton langsung film tersebut dan dibandingkan dengan proses hukum yang berjalan.

Menurut Willy, film garapan sutradara Anggi Umbara itu tidak bisa serta-merta menjadi dasar dalam menilai kasus pembunuhan yang terjadi tahun 2016 silam.


"Setelah saya amati dan cermati, 89 persen dari film itu adalah fiksi. Saya apresiasi para pekerja seni, tapi kejadiannya sudah lama dan secara yuridis sudah selesai," kata Willy dalam sebuah diskusi publik di Jakarta, Senin (5/8).

Dalam diskusi yang sama, pengasuh Pondok Pesantren Al Hidayah Cisantri Pandeglang Banten, Abuya Asep Nafis Imron Bustomi menyoroti peristiwa arwah Vina masuk ke sahabatnya, Linda.

"Roh orang meninggal tidak mungkin masuk ke dalam tubuh orang yang masih hidup. Yang masuk ke tubuh manusia adalah golongan jin," ujar Abuya Asep.

Maka, Abuya Asep menekankan bahwa fenomena kesurupan tidak bisa dijadikan alat bukti dalam kasus ini. Ia justru mengimbau kepada masyarakat untuk mendoakan almarhumah Vina.

"Orang kesurupan tidak bisa dijadikan petunjuk atau referensi. Ini adalah jenis setan yang pengangguran," tegasnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya