Berita

Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi dan presiden terpilih Iran, Masoud Pezeshkian di Teheran pada Minggu, 4 Agustus 2024/MNA

Dunia

Presiden Iran: Israel Salah Besar Bunuh Haniyeh, Pasti Dibalas!

SENIN, 05 AGUSTUS 2024 | 13:11 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kematian petinggi Hamas, Ismail Haniyeh tidak akan pernah bisa diterima begitu saja oleh Iran.

Ketegasan itu disampaikan oleh presiden terpilih Iran, Masoud Pezeshkian dalam sebuah pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi di Teheran pada Minggu (4/8).

Sama dengan petinggi Iran lainnya, Pezeshkian kembali menyalahkan Israel atas serangan proyektil jarak dekat yang membunuh Haniyeh di penginapannya 31 Juli lalu.


Menurut Pezeshkian, Israel telah melakukan kesalahan besar dengan menghilangkan nyawa tokoh penting Hamas, terlebih saat itu Haniyeh tengah menjadi tamu Iran.

"Pembunuhan seorang tamu Republik Islam Iran merupakan tindakan yang melanggar semua hukum internasional dan kesalahan besar Zionis," tegasnya, seperti dimuat Mehr News Agency.

Presiden itu menyebut serangan pada Haniyeh tidak bisa dibiarkan begitu saja dan Iran pasti akan melakukan tindakan pembalasan.  

"Republik Islam Iran mengharapkan semua negara Islam dan orang-orang yang mencari kebebasan di seluruh dunia untuk mengutuk keras kejahatan semacam itu," kata  Pezeshkian.

Ia menekankan perlunya persatuan di antara negara-negara Islam untuk menghentikan agresi dan kejahatan Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza yang terkepung.

Sementara itu, Menlu Yordania yang berkunjung ke Teheran menyampaikan pesan Raja Abdullah II kepada presiden baru Iran.

Menlu mengadakan pembicaraan dengan para pemimpin Iran di tengah meningkatnya ketegangan regional setelah pembunuhan Haniyeh.

Sebelum bertemu Pezeshkian, Menlu Yordania lebih dulu menemui Menlu Iran, Ali Bagheri Kani. Dalam kesempatan itu, dia menjelaskan tujuannya datang ke Teheran untuk meredakan ketegangan antara dua negara.

Dia berjanji tidak menyampaikan pesan apa pun dari Israel atau negara lain ke Iran, atau sebaliknya.

Menlu Yordania juga menekankan bahwa langkah pertama untuk mencegah eskalasi ketegangan regional adalah menghentikan serangan Israel di Jalur Gaza.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya