Berita

Pertemuan Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad dan Wakil Ketua Umum (Waketum) Gerindra Habiburokhman dengan penceramah Habib Rizieq Shihab (HRS)/Ist

Politik

Pertemuan Elite Gerindra-HRS Dicurigai terkait Pilkada Jakarta

MINGGU, 04 AGUSTUS 2024 | 21:08 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad didampingi Wakil Ketua Umum (Waketum) Gerindra Habiburokhman menemui penceramah Habib Rizieq Shihab (HRS) di kediamannya di Petamburan, Jakarta Pusat, pada Sabtu malam (3/8).

Pertemuan ini dibagikan Dasco melalui akun Instagram miliknya, Minggu (8/4). Dasco menyebut pertemuan ini sebagai silaturahmi kebangsaan dan bukan membahas soal perpolitikan.

Pertemuan ini pun menarik perhatian pengamat politik Refly Harun. Lewat kanal YouTube pribadinya, sosok yang akrab disapa RH itu memberikan analisisnya.


"Tidak ada pertemuan yang orang politik (lakukan), yang kemudian tiba-tiba ngomongin kemaslahatan umat. Itu namanya bulshit, omong kosong ya," kata Refly sambil tertawa.

Pakar Hukum Tata Negara itu pun menggali motif dari pertemuan tersebut. Refly mempertanyakan ada kepentingan apa di balik pertemuan tersebut. Dia pun menduga ada hubungannya dengan kontestasi Pilkada Jakarta.

"Kepentingan Gerindra di depan mata itu membentuk KIM (Koalisi Indonesia Maju) plus. Kalau kepentingan membentuk kabinet itu nggak ada," kata Refly.

"Yang punya potensi untuk menggerakkan massa di Jakarta adalah HRS, seandainya Anies dijegal (jadi Cagub DKI) dan lain sebagainya. makanya perlu dijinakkan dulu," sambungnya.

Refly lantas menyinggung Gerindra mempunyai hubungan historis dengan HRS di mana pada tahun 2019 lalu, di mana Habib Rizieq memberikan endorsment kepada Prabowo Subianto di Pilpres. Namun di Pilpres 2024, endorsment itu diberikan ke Anies Baswedan. 

Setelah Prabowo menang dan Anies menyatakan akan kembali berlaga di Pilkada Jakarta, Refly melihat ada upaya dari Gerindra untuk menjegal langkah Anies. 

Prabowo memang akan dilantik sebagai Presiden terpilih pada Oktober 2024 dan Pilkada digelar November mendatang. Namun pendaftaran bakal cagub akan dilakukan 27 Agustus ini.

"Jadi kepentingannya tidak lain adalah (pendaftaran) Pilkada Jakarta 27 Agustus. Sekarang pertanyaannya siapa akan memanfaatkan siapa?" ungkap Refly.

Sementara Refly menduga kepentingan Habib Rizieq menyambut pertemuan ini adalah agar peristiwa KM 50 diusut tuntas. Tentunya ini juga akan menjadi pertaruhan apakah pemerintahan Prabowo dapat dipercaya atau tidak.

"Tenyata nanti misalnya tidak ada kemarahan saat Anies dijegal karena 212 tidak muncul kekuatannya, tetapi KM 50 tidak kunjung dibentuk tim investigasinya, maka artinya yang tertipu HRS dan FPI," tegas Refly.

"Tapi seandainya KM 50 diminta pembentukan diawal yaitu segera Prabowo dilantik, itu jauh lebih clear. Maka tanggal 27 November ketika pilkada barangkali konstelasi tidak akan diganggu bila seandainya Anies tidak nyalon. Tapi apakah itu barternya. I don't know exactly," tutup Refly.



Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Kasus Roy Cs, Polisi Sudah Lengkapi Petunjuk Jaksa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:13

Bukan Soal Salah Nama Desa, IPI: Reshuffle Perlu Karena Rapor Merah Menko Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:49

Pertamina Trans Kontinental Berdampak bagi Lingkungan, Raih Best CSR 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:10

Hilirisasi Nasional, Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:13

Ekonom: Tata Kelola SDA dan Perekonomian Sudah Keluar Jalur UUD 1945

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:10

Ekonom Ramal Rupiah Betah di Rp17.000 per Dolar AS

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:45

Dukung Dakwah di AS, KAUMY Salurkan Bantuan untuk Nusantara Foundation

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

Salah Beri Informasi Saat Minyakita Bermasalah, Pengamat: Ucapan Prabowo Peringatan untuk Zulhas

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:13

Regulasi Right to Be Forgotten di Indonesia Masih Abu-abu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:58

Selengkapnya