Berita

Ismail Haniyeh/Marca.com

Dunia

Iran: Haniyeh Dibunuh dengan Proyektil Jarak Pendek

MINGGU, 04 AGUSTUS 2024 | 11:43 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Hasil penyelidikan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengungkap penyebab sebenarnya kematian petinggi Hamas, Ismail Haniyeh di Teheran.

Dalam sebuah laporan, IRGC menyebut kematian Haniyeh merupakan kasus pembunuhan berencana yang telah dilakukan Israel dan didukung Amerika Serikat.

"Pembunuhan pemimpin biro politik Hamas Ismail Haniyeh merupakan kejahatan terorisme yang dirancang dan dilaksanakan oleh Israel dengan dukungan dari AS," bunyi laporan tersebut, seperti dikutip dari Anadolu Ajansi pada Minggu (4/7).


IRGC mengatakan bahwa penyebab kematian Haniyeh adalah tembakan dari proyektil jarak pendek dengan hulu ledak seberat sekitar 7 kilogram disertai ledakan besar dari luar tempat Haniyeh menginap.

"Darah Haniyeh akan dibalaskan dan Israel akan menerima tanggapan yang tegas pada waktu, tempat, dan cara yang tepat," tegas Iran.

Haniyeh dibunuh Rabu dini hari (31/7) di wisma tamu di ibu kota Teheran dalam sebuah serangan misterius yang juga menewaskan seorang pengawal pribadinya.

Haniyeh berada di Teheran untuk menghadiri pelantikan presiden baru Iran, Masoud Pezeshkian.

Pemakaman Haniyeh dipimpin oleh Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada Kamis pagi, diikuti oleh prosesi besar-besaran. Ia kemudian dikuburkan di Doha, Qatar pada Jumat (2/8).

Ketegangan meningkat di tengah spekulasi bahwa Iran sedang mempersiapkan tanggapan militer terhadap pembunuhan Haniyeh yang cakupannya lebih besar daripada operasi yang menyusul serangan terhadap Konsulat Iran di ibu kota Suriah, Damaskus, pada bulan April.

Dalam reaksinya terhadap pembunuhan Haniyeh, Khamenei mengatakan Iran menganggapnya sebagai kewajiban untuk membalas darah tamu terhormat, dan bersumpah menghukum Israel dengan keras.

Pezeshkian juga mengutuk pembunuhan tersebut, dan berjanji untuk mempertahankan integritas teritorial, kehormatan, dan martabat negara.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya