Berita

Ilustrasi Foto/Ist

Politik

Kader Golkar Purwakarta Tolak Dedi Mulyadi: Jangan Mau Diobok-obok!

SABTU, 03 AGUSTUS 2024 | 03:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Sejumlah kader beringin Purwakarta merasa kecewa mendengar berita Dedi Mulyadi diusung jadi Calon Gubernur (Cagub) Jawa Barat (Jabar) di Pilkada 2024 mendatang oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar.

"Dedi Mulyadi memasangkan dengan Atalia di Pilkada Jabar, kami kader Golkar merasa kecewa andai kata itu terjadi, dan kami tidak akan mendukung apalagi memilih untuk menyukseskannya," kata Wakil Sekretaris Bidang Organisasi DPD Partai Golkar Purwakarta, Sapei dalam keterangan yang diterima redaksi, Jumat (2/8).

Sapei menegaskan jika Partai Golkar tetap mengusung Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Dedi Mulyadi maju Cagub Jabar, para kader akan tarik dukungan.


"Kami siap dengan risiko apapun yang akan kami terima, kami sekali lagi tidak akan menyukseskan Pilkada Jabar untuk Partai Golkar kalau pasangannya Dedi Mulyadi," tegasnya. 

Dia meyakini banyak Kader Partai Golkar yang satu suara memilih Ridwan Kamil untuk maju menjadi Calon Gubernur (Cagub) di Pilkada Jawa Barat, ketimbang Dedi Mulyadi. 

"Ridwan Kamil aset Partai Golkar Jabar dan Golkar jangan mau diobok-obok oleh partai lain hanya karena ingin memuluskan kadernya di Pilgub Jabar," imbuhnya. 

Sapei juga berharap kader lain juga tidak sepakat dengan diusungnya Dedi Mulyadi. Mereka tegas bakal mendesak pimpinan Golkar untuk menyelamatkan partai. 

"Dan kami berharap jangan karena kepentingan pribadi elite Partai di DPP mengorbankan kader. Kami setuju Partai Golkar ada di koalisi penguasa tapi jangan mau diobok-obok oleh penguasa," tegasnya lagi.

Sebelumnya, beredar pemberitaan bahwa Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto secara resmi mendukung Dedi Mulyadi untuk menjadi Gubernur Jawa Barat. 

Hal ini dipastikan usai pertemuan Dedi Mulyadi dengan utusan Ketum Golkar Airlangga Hartarto yakni Singgih Januratmoko dengan sejumlah petinggi Partai Golkar Jawa Barat di Bandung pada Jumat malam (2/8).

Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kekayaan Fadjar Donny Tjahjadi yang Kabarnya Jadi Tersangka Korupsi CPO-POME Cuma Rp 6 Miliar, Naik Sedikit dalam 5 Tahun

Selasa, 10 Februari 2026 | 18:12

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

UPDATE

Board of Peace: Pergeseran Rational Choice ke Pragmatisme Politik

Sabtu, 21 Februari 2026 | 03:45

Ketua BEM UGM Dituduh LGBT Hingga Sering Nyewa LC

Sabtu, 21 Februari 2026 | 03:25

Kawasan Industri Jateng Motor Baru Transformasi Ekonomi Nasional

Sabtu, 21 Februari 2026 | 02:58

Ustaz Adi Hidayat Sambangi Markas Marinir

Sabtu, 21 Februari 2026 | 02:42

Ketua BEM UGM: Semakin Ditekan, Justru Kami Semakin Melawan

Sabtu, 21 Februari 2026 | 02:26

Praktisi Hukum: Pasal 2 dan 3 UU Tipikor Bisa jadi Alat Kriminalisasi Pengusaha

Sabtu, 21 Februari 2026 | 02:06

PBNU dan Majelis Alumni IPNU Peroleh Wakaf Alquran di Bulan Ramadan

Sabtu, 21 Februari 2026 | 01:45

Kejagung Tegaskan Hukuman Mati ABK di Kasus Narkoba sesuai Fakta Hukum

Sabtu, 21 Februari 2026 | 01:30

Mantan Danyon Sat 71.2 Kopassus Jabat Dandim 0509 Kabupaten Bekasi

Sabtu, 21 Februari 2026 | 01:15

KPK Bakal Kulik Dugaan Aliran Uang Suap Importasi ke Dirjen Bea Cukai

Sabtu, 21 Februari 2026 | 01:00

Selengkapnya