Berita

Ketua Umum Prabowo Mania, Immanuel Ebenezer alias Noel/RMOL.

Hukum

Kapolri Jangan Biarkan Inisial T Jadi Bahan Dagelan

RABU, 31 JULI 2024 | 13:53 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tidak boleh membiarkan inisial T sebagai bandar judi online menjadi bahan dagelan. 

“Karena ketidaktegasan Polri selama ini, di mana belum juga berhasil menangkap bandar judi online, jadinya menjadi dagelan. Sungguh ironi, menyedihkan,” kata Ketua Umum Prabowo Mania, Immanuel Ebenezer alias Noel di Jakarta, Rabu (31/7).

Menurut Noel, hakikat dagelan atau kelucuan adalah ketika bidang kenyataan bersinggungan dengan kenyataan. 


“Irisan itulah yang kita kenal sebagai kelucuan, yang dengan indah dijadikan para komedian untuk menimbulkan tawa,” kata Noel,

Noel menegaskan bahwa Polri tak layak dijadikan sebagai bahan lucu-lucuan. 

“Oleh karena itu Polri harus bertindak tegas dengan menangkap bandar judi online, sehingga masyarakat punya bukti bahwa Polri tegas, Presisi,” kata Noel. 

Seperti diketahui, komedian Kabul Basuki alias Tessy, menegaskan bahwa dirinya bukan sosok T di balik kasus judi online atau daring di Kamboja.

Klarifikasi disampaikan oleh kuasa hukum Tessy, Nazaruddin Lubis kepada awak media di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (30/7).

“Mas Tessy ingin mengklarifikasi, sehubungan dengan pemberitaan tersebut bahwa T itu bukan Mas Tessy. Mas Tessy tidak terlibat sama sekali,” kata Nazaruddin Lubis.

Noel mengatakan, hanya satu cara agar inisial T tidak lagi menjadi bahan lucu-lucuan, yaitu dengan menangkap bandar judi online, menyeretnya ke pengadilan. Jika ada orang besar di balik semua ini, Polri jangan takut bertindak tegas.

Sebab nantinya banyak pelawak lain yang berpotensi menyangkal. Komedian yang bernama awalan T, seperti Tarsan, Tarno, atau Tennor Amin Sutanto. 

“Kan bisa jadi ramai, jadi bahan dagelan. Maka tangkap bandar judi online,” pungkas Noel.




Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya