Berita

Presiden Joko Widodo membawa influencer meninjau kondisi terkini IKN/Setpres

Politik

Jokowi Bawa Influencer ke IKN, Pengamat: Aneh dan Tak Ada Relevansi

SENIN, 29 JULI 2024 | 12:04 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk berkantor selama 3 hari di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dengan membawa sejumlah influencer dinilai aneh. Bagaimana tidak, tak ada korelasi antara kerja-kerja influencer dengan kerja-kerja proyek di IKN. 

Demikian disampaikan pakar komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, kepada RMOL, Senin (29/7).

“Kehadiran influencer bersama Jokowi di IKN tentu aneh dan mengejutkan. Sebab, tidak jelas relevansi dan urgensi kehadiran influencer dengan rencana Jokowi berkantor tiga hari di IKN,” kata Jamiluddin.


Namun demikian, Jamiluddin berpandangan, ada dua kemungkinan kenapa influencer dilibatkan dalam kerja Jokowi selama di IKN.

Pertama, influencer dilibatkan untuk meng-counter isu negatif terkait IKN. Isu negatif itu memang sudah mengemuka sejak Jokowi menyatakan ibukota pindah ke IKN. 

Kedua, dengan membawa influencer, Jokowi berharap bisa memperluas dukungan dari masyarakat terhadap pembangunan IKN.

“Menurut saya hanya itu. Dan itu tidak efektif. Bahkan bisa menjadi efek bumerang,” pungkasnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya