Berita

Laboratorium Amazon di Austin, Texas, AS, 19 Juli 2024/Foto: Reuters.

Tekno

Amazon Kembangkan Chip AI yang Lebih Murah dan Cepat dari Nvidia

SABTU, 27 JULI 2024 | 11:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Persaingan industri chip kecerdasan buatan akan diramaikan dengan chip AI yang sedang dikembangkan Amazon dan diklaim lebih cepat dari chip buatan Nvidia.

Dikutip dari Reuters, Jumat (26/7), saat ini para teknisi Amazon.com sedang menguji desain server baru di laboratorium Austin, Texas.

"Server tersebut dikemas dengan chip kecerdasan buatan Amazon yang bersaing dengan chip dari pemimpin pasar Nvidia," kata eksekutif Amazon Rami Sinno saat berkunjung ke laboratorium.


Langkah Amazon mengembangkan prosesornya sendiri dimaksudkan untuk membatasi ketergantungannya pada chip mahal Nvidia yang menggerakkan sebagian bisnis cloud kecerdasan buatan di Amazon Web Services.

Melalui chip buatannya sendiri, Amazon ingin membantu pelanggan melakukan kalkulasi rumit dan memproses data dalam jumlah besar dengan lebih murah.

Saingannya, Microsoft dan Alfabet juga melakukan hal yang sama.

Sinno, direktur teknik di Annapurna Labs milik Amazon yang merupakan bagian dari bisnis cloud AWS, mengatakan pelanggan Amazon semakin menuntut alternatif yang lebih murah daripada Nvidia.

Meskipun upaya chip AI perusahaan ini masih baru, chip Graviton milik Amazon yang melakukan komputasi non-AI telah dikembangkan selama hampir satu dekade dan berada pada generasi keempat.  Chip AI, Trainium dan Inferentia, adalah desain yang lebih baru.

"Jadi penawaran hingga 40 persen, 50 persen dalam beberapa kasus peningkatan harga (dan) kinerja - jadi biayanya seharusnya setengah dari harga menjalankan model yang sama dengan Nvidia," kata David Brown, Wakil Presiden Komputasi dan Jaringan di AWS.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya